BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kinerja produk unggulan Pegadaian Bojonegoro, Gadai Kredit Cepat Aman (KCA), menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
Sepanjang periode Januari hingga April 2026, omset produk Gadai KCA tercatat mencapai Rp168.577.170.000. Capaian tersebut menegaskan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat Bojonegoro terhadap layanan gadai sebagai solusi pembiayaan cepat dan aman.
Besarnya omset ini mencerminkan bahwa produk gadai masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendek, baik untuk keperluan mendesak maupun pengembangan usaha.
Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, masyarakat dinilai semakin membutuhkan akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terpercaya.
Pimpinan Pegadaian (Pimca) Cabang Bojonegoro, Eko Danarto menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap performa bisnis perusahaan sekaligus bukti bahwa layanan Pegadaian masih relevan di tengah meningkatnya pilihan layanan keuangan digital.

“Omset Gadai KCA sebesar Rp168,5 miliar dalam empat bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan berbasis gadai masih sangat tinggi,” ungkap Eko Danarto.
Gadai KCA Permudah Masyarakat Peroleh Dana Tunai Cepat
Lanjut dia, produk Gadai KCA sendiri merupakan layanan pinjaman dengan sistem gadai yang memungkinkan masyarakat memperoleh dana tunai secara cepat dengan menjaminkan barang berharga. Barang jaminan yang dapat digadaikan antara lain emas, kendaraan, barang elektronik, hingga barang bernilai ekonomis lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu keunggulan utama produk ini adalah proses pencairan yang cepat. Setelah barang melalui proses penaksiran oleh petugas Pegadaian, nasabah dapat langsung memperoleh dana pinjaman dalam waktu singkat.
“Gadai KCA sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat untuk biaya pendidikan, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, maupun modal usaha,” ucapnya.
Fleksibilitas Tenor Pinjaman Mudah
Selain itu, fleksibilitas tenor pinjaman dan kemudahan perpanjangan masa gadai turut menjadi faktor yang membuat produk ini diminati berbagai kalangan. Nasabah dapat menyesuaikan jangka waktu pinjaman sesuai kemampuan finansial masing-masing, sehingga layanan ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Pegadaian Bojonegoro juga menilai tingginya omset Gadai KCA tidak terlepas dari meningkatnya literasi keuangan masyarakat yang mulai memahami pentingnya memanfaatkan lembaga keuangan formal untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan.
“Dibandingkan meminjam melalui jalur informal, masyarakat kini lebih memilih lembaga resmi yang menawarkan kepastian hukum, transparansi biaya, serta keamanan barang jaminan,”ucapnya.
Perluas Akses Layanan Masyarakat
Di sisi lain, Pegadaian terus berupaya memperluas akses layanan kepada masyarakat melalui transformasi digital dan penguatan layanan di kantor cabang maupun unit pelayanan.
Berbagai inovasi dilakukan agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan Pegadaian, baik secara langsung maupun melalui aplikasi digital.
“Keberhasilan pencapaian omset Gadai KCA juga disebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh insan Pegadaian dalam menjaga kualitas pelayanan dan membangun kedekatan dengan nasabah,” imbuhnya.
Optimis Kinerja Gadai KCA Terus Bertumbuh
Dengan capaian omset yang signifikan pada empat bulan pertama tahun 2026 ini, Pegadaian Bojonegoro optimistis kinerja produk Gadai KCA akan terus tumbuh hingga akhir tahun. Perusahaan menargetkan peningkatan omset seiring dengan bertambahnya kebutuhan pembiayaan masyarakat serta perluasan jangkauan layanan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.
Pegadaian berharap capaian ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan bisnis perusahaan, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat melalui penyediaan akses pembiayaan yang inklusif, cepat, dan aman.
“Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan berbagai inovasi agar Pegadaian tetap menjadi solusi finansial terpercaya bagi masyarakat,” tutupnya.
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur, termasuk Pegadaian Cabang Bojonegoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Lizza Arnofia Choirunisa
Editor: Darmadi Sasongko






