TUBAN, Tugujatim.id – Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Secara nasional, pelaksanaan operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini menunjukkan tren positif dengan penurunan angka kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan data Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 tercatat sebanyak 2.727 perkara, turun 153 kejadian atau 5,31 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.880 perkara.
Selain itu, angka fatalitas korban meninggal dunia juga mengalami penurunan signifikan.
Pada tahun 2026, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 238 orang, turun 104 orang atau 30,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 342 orang. Bahkan, pada tahun ini juga tercatat nihil kecelakaan menonjol selama pelaksanaan operasi.
Meski demikian, kondisi berbeda justru terjadi di wilayah Kabupaten Tuban. Data Satlantas Polres Tuban menunjukkan adanya peningkatan jumlah kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono, mengungkapkan bahwa selama operasi tahun ini tercatat sebanyak 34 kejadian kecelakaan lalu lintas.
“Jumlah kejadian selama Operasi Ketupat Semeru 2026 ada 34 kasus,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, tidak terdapat korban meninggal dunia. Namun, tercatat lima orang mengalami luka berat dan 39 orang mengalami luka ringan. Sementara itu, total kerugian material mencapai Rp80,5 juta.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada Operasi Ketupat Semeru 2025, jumlah kecelakaan hanya sebanyak 18 kejadian.
“Tahun 2025 ada 18 kejadian, sekarang menjadi 34. Jadi ada kenaikan 16 kejadian atau sekitar 88,89 persen,” jelasnya.
Pada tahun lalu, tidak terdapat korban luka berat maupun meninggal dunia, dengan korban luka ringan sebanyak 28 orang. Adapun kerugian material tercatat sebesar Rp32 juta.
Peningkatan jumlah kecelakaan di Tuban ini menjadi perhatian tersendiri di tengah capaian positif secara nasional. Faktor kepadatan arus kendaraan selama mudik dan balik Lebaran, serta tingginya mobilitas masyarakat, diduga menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kecelakaan di daerah.
Meski tidak ada korban jiwa, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di momen arus balik yang masih berlangsung.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat terus ditekan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








