OPOP Expo 2020, Khofifah: Indonesia Berpeluang jadi Eksportir Halal Food Terbesar di Dunia - Tugujatim.id

OPOP Expo 2020, Khofifah: Indonesia Berpeluang jadi Eksportir Halal Food Terbesar di Dunia

  • Bagikan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat membuka OPOP Expo 2020 di Atrium Maspion Square Surabaya, Jumat (18/12/2020), pukul 10.30 WIB. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat membuka OPOP Expo 2020 di Atrium Maspion Square Surabaya, Jumat (18/12/2020), pukul 10.30 WIB. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa resmi membuka gelaran One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2020, di Atrium Maspion Square Surabaya., Jumat (18/12/2020). Khofifah berharap acara yang bakal berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (20/12/2020) mendatang tersebut bisa mendorong Indonesia menjadi negara eksportir makanan halal (halal food) terbesar di dunia.

“Kita punya energi untuk itu (eksportir makanan halal, red). Kita punya kemampuan untuk itu, sinegitas dengan pesantren adalah salah satu kekuatan, perlu pendampingan, perlu managerial skill terutama dalam pengelolaan keuangan,” tutur Khofifah saat pembukaan OPOP Expo 2020, Jumat (18/12/2020) pagi.

Baca Juga: Polresta Malang Kota Selidiki Sebaran Kotak Amal yang Diduga Milik Jaringan Teroris

Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat islam terbesar di dunia, mencapai 229 juta jiwa atau 87,2% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 273,5 juta jiwa. Melalui OPOP Expo 2020, Khofifah menyampaikan peluang importir halal food terbesar di dunia juga terbuka lebar, yang akan diinisiasi oleh pesantren melalui OPOP Expo 2020.

“Bagaimana kita membangun jejaring MoU secara virtual dengan Diaspora di Turki, Muhammad Haikal dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Malaysia, Hasyim Shaleh. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat pesantren berdaya masyarakat sejahtera,” jelas Gubernur Jatim yang terpilih pada 2019 tersebut.

Perlu diketahui, ada sebanyak 350 pesantren yang telah bergabung dalam program OPOP dari total target 1000 pesantren pada tahun 2023 mendatang. Sekjen OPOP Jatim, Ghofirin, OPOP Jatim tidak hanya dibuka untuk pesantren, melainkan juga untuk umum. Kerjasama luar negeri membuka peluang pemasaran produk secara import.

Baca Juga: Pemuda Asal Malang Nekat Pulang Kampung Berenang dari Balikpapan, Ayahnya Tertawa Ngakak

“Komoditas yang diminati di Malaysia ialah kopi, fashion, handycraft (kerajinan tangan, red). Untuk di Turki, kerajinan tangan sangat diminati. Dan hal tersebut, membuka peluang juga untuk memasarkan produk-produk yang lainnya,” jelas Ghofirin dalam OPOP Expo 2020 di Atrium Maspion Square Surabaya tersebut.

Ada sebanyak 40 lapak (stand) dari 32 pesantren yang hadir memamerkan produknya dalam OPOP Expo 2020. Seperti produk fashion, handycraft, makanan, dan sebagainya. Acara ini sangat mendukung hasil UMKM dari pesantren sebagai upaya peningkatan perekonomian di Jawa Timur. (Rangga Aji/gg)

 

 

  • Bagikan