• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bintan Humeira saat menjalani sidang terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI), secara daring, pada Senin (9/8/2021). (Foto: Dokumen/UI)

Bintan Humeira saat menjalani sidang terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI), secara daring, pada Senin (9/8/2021). (Foto: Dokumen/UI)

Otoritas Keagamaan Perempuan Muslim di Ranah Online

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

DEPOK, Tugujatim.id – Konstruksi otoritas keagamaan perempuan muslim di ranah online (daring)  yang dimediasi media sosial, pada hakikatnya tak terlepas dari praktik sosialnya di ruang offline (luring). Sebaliknya, apa yang berlangsung di ruang luring dipengaruhi pula oleh praktik sosialnya di ruang daring.

“Hal ini karena ‘logika’ media sosial yang memposisikan tindakan follower menjadi penting dalam memelihara eksistensi subyek. Norma media sosial dengan praktik like, comment dan share menjadi realitas subjektif yang dinternalisasi oleh subyek dan mengonstruksi subyek sebagai sosok populer sekaligus menjadi ‘rujukan’ baru dalam praktik keagamaan,” papar Bintan Humeira, yang berhasil mempertahankan penelitian disertasinya di hadapan para penguji, dalam sidang terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI), secara daring, pada Senin (9/8/2021).

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

Ia melanjutkan, Subyek penelitian ini adalah perempuan biasa yang kemudian menggunakan ruang media sosial (Facebook) dan kini memiliki follower dengan jumlah ratusan ribu. Padahal Subyek bukanlah perempuan yang memiliki latar berlakang pendidikan agama seperti halnya kebanyakan pendakwah (ustadzah) di ruang luring.

“Namun, kemudian oleh para pengikutnya inilah Subyek ‘dikukuhkan’ sehingga memiliki otoritas keagamaan layaknya para pendakwah di ruang luring,” sebut Bintan yang juga pengajar
di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini.

Menariknya, dalam riset ini juga menemukan bahwa justru aktor dominan yang mempengaruhi konstruksi keagamaan subyek adalah suami. Suami bertindak sebagai significant others dalam konstruksi realitas subjek baik dalam momen internalisasi maupun ekternalisasi subyek. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa realitas objektif yang dimapankan melalui habitualisasi subyek di laman media sosial (melalui unggahan berulang dan relasi daring) merupakan representasi dari realitas suami.

bintan humeira 2 mini

“Misalnya,sebelum mengunggah status, Subyek selalu mendiskusikan terlebih dahulu, apakah status yang diunggah itu pantas atau tidak pantas terhadap para pembacanya. Nah, ukuran pantas tidak pantas itu, dari sudut pandang suaminya,” jelas Bintan lagi.

Fenomena ini, ‘dibedah’ dengan menggunakan teori konstruksi sosial atas realitas Berger dan Luckmaan. Pada teori ini, ada dielaktika antara tiga momen konstruksi tersebut baik dalam tindakan individu di ruang luring maupun di ruang daring dalam membentuk realitas obyektif dan subyektif. Selain itu, karakteristik media sosial memberikan pengaruh atas proses konstruksi yang berlangsung. Oleh sebab itu, penelitian ini juga mengambil pemikiran tentang konstruksi realitas sosial termediasi Couldry dan Hepp (2017) untuk menelaah bagaimana proses konstruksi di ruang daring berlangsung secara khas terkait dengan karakteristik media dan atribut individu.

Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan orientasi konstruktivistik yang memiliki kemampuan dalam memahami seluk–beluk sebuah fenomena sehingga lebih cocok diterapkan untuk menjawab pertanyaan penelitian seperti “bagaimana” dan “mengapa”. Dalam riset ini, kasus lebih diperlakukan secara holistic (menyeluruh) dengan mempertimbangkan elemen–elemen yang saling terkait satu sama lain dilihat dalam beragam konteks dengan proses pengambilan data dan analisis berlangsung secara simultan. Untuk itu penelitian menggunakan wawancara mendalam, dipadukan dengan studi dokumen dan pengamatan terlibat di ruang daring. Penelitian dilakukan selama rentang waktu 2018 – 2021.

Meski demikian, Bintan melanjutkan, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal seleksi kasus yang sulit dilakukan secara komprehensif, karena tidak mudah memperoleh data akun perempuan yang aktif menggunggah konten agama di media sosial, sehingga pilihan atas akun dilakukan secara subjektif dengan pemetaan akun secara terbatas berdasarkan pengamatan peneliti sejak tahun 2017. Selain itu, penelitian ini juga menyadari keterbatasan dalam eksplorasi praktik ekonomi yang berlangsung dalam praktik sosial  subjek penelitian, sehingga peneliti memasukan keterbatasann ini sebagai rekomendasi dalam penelitian selanjutnya.

Untuk menyelesaikan program doktor ini, Bintan Humeira dipromotori oleh Prof. Dr. Billy K. Sarwono, M.A dengan Kopromotor adalah Dr. Arief Subhan, M.A. Para penguji pada sidang ini adalah Prof. Dr. Ilya R. Sunarwinadi, M. Si; Dr. Pinckey Triputra, M. Sc.; Inaya Rakhmani, M.A., Ph.D; Dr. Irwansyah, M.A; Dr. Eriyanto, M.Si.; dan Dr. Atnike Sigiro. Sidang promosi ini diketuai oleh Julian Aldrin Pasha, M.A, Ph.D. (*)

Tags: agamadakwahFISIPFISIP UIIslamJakartaUIUIN JakartaUniversitas Indonesia
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Foto ilustrasi kegiatan kampung tematik di Kota Malang yang digelar sebelum pandemi. (Foto: Instagram/kampungbudayapolowijen) tugu jatim

Varian Delta Buat 6 Kampung Tematik di Malang Kembali Mati Suri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID