News  

PAD Retribusi Pasar Kota Malang Baru Tercapai 68 Persen

Suasana aktivitas perdagangan di salah satu pasar tradisional di Kota Malang. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim) pad retribusi pasar kota malang
Suasana aktivitas perdagangan di salah satu pasar tradisional di Kota Malang. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar di Kota Malang hingga Oktober 2021 baru tercapai 68 persen atau sebesar 4,79 miliar. Padahal, hingga akhir tahun ini, Pemerintah Kota Malang menargetkan pendapatan tersebut sebesar Rp 7 miliar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Sapto Wibowo.

“Tahun ini kita ditargetkan sebesar Rp 7 miliar, realisasinya terakhir di angka Rp 4,79 miliar,” ujar Sapto, Minggu (31/10/2021).

Artinya, masih ada ada kekurangan sebesar kurang lebih Rp 2,21 miliar. Pendapatan dari sektor tersebut dirasa kurang optimal lantaran masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Sehingga realisasi PAD tersebut mengalami penurunan.

Selain itu, Pemkot Malang juga telah menerbitkan SE Wali Kota Malang terkait pembebasan retribusi pasar selama dua bulan untuk meringankan beban pedagang pasar terdampak pandemi.

“Karena di masa pandemi, itu ada penurunan, dan juga karena ada pembebasan retribusi pasar, otomatis turun. Kan selama dua bulan ini ada pembebasan retribusi pasar. Jadi mulai 12 Oktober kita tidak narik lagi,” jelasnya.

Disebutkan, upaya Diskopindag dalam meningkatkan PAD sektor retribusi pasar itu diantaranya yakni revitalisasi pasar, digitalisasi pasar dan meningkatkan ketertiban pedagang dalam membayar retribusi pasar.

Adapun sepanjang 2021 ini, pasar yang telah rampung direvitalisasi diantaranya Pasar Kota Lama, Pasar Madyopuro, dan Pasar Lesanpuro.

“Salah satu tujuan revitalisasi pasar itu untuk meningkatkan penghasilan pedagang. Kemudian meningkatkan daya saing antara pasar rakyat dan pasar modern,” jelasnya.

“Tentu dengan adanya pasar pasar yang menjadi lebih bersih usai direvitalisasi ini otomatis masyarakat mau kembali ke pasar rakyat. Dulunya kan becek, banyak kriminalitas dan sebagainya,” imbuhnya.

Dikatakan, pihaknya juga telah mengarahkan pedagang pasar ke penjualan secara digital.

“Kita selama pandemi ini juga mengarahkan pedagang menuju digitalisasi melalui pasar online,” tandasnya.