Paduan Musik dan Geologi dalam Karya Andang Bachtiar bersama Musisi Malang

  • Bagikan
Andang Bachtiar bersama musisi Malang, Charles Jadi dan Endri Wahyu yang tergabung di Splendid Dialog. (Foto: Dokumen)
Andang Bachtiar bersama musisi Malang, Charles Djalu dan Endri Wahyu yang tergabung di Splendid Dialog. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Mungkin kita sudah biasa melihat kolaborasi antara musik dan tari-tarian dan sebagainya, namun bagaimana jadinya jika musik digabungkan dengan ilmu sains atau lebih tepatnya ilmu geologi.

Hal itulah yang dilakukan geologis asal Malang, Andang Bachtiar bersama musisi Malang, Charles Djalu, Endri Wejoe, Redy Eko, dan Andika. Kelima orang ini akan mengolah lagu berdasarkan puisi-puisi Andang Bachtiar yang semuanya mengambil tema ilmu geologi.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Menapaki Keindahan Alam di Kaki Gunung Arjuno dan Gunung Welirang

Kelimanya pada Februari 2021 rencananya akan merilis album pertama bertajuk ‘Melembutkan Batu’ dengan 14 lagu. Lagu-lagu tersebut diantaranya berjudul Gempa Bumi dan Tsunami di Sini seperti Mati, Sajak Orang Biasa, Wajah Wajah, Ruang Kesadaran dan Siklus Batuan, Tanpa Geologi Dewa Ruci, Vulkanologi Rindu, Seperti ku Kenali, Menenggelamkan Matahari, Lingkaran, Ode Satu Persatu, Kadang Kadang Lupa, Belajar dari Batu, Khotbah Nikah Geologi, Kalau tak ingin dibakar siyam dan Sabar Rek.
Andang Bachtiar sendiri menuturkan jika memiliki ide melagukan puisi-puisinya saat melihat konser Charles Jalu dan Endri Wahyu di Perancis beberapa waktu lalu. Andang yang memang saat ini tinggal di sana langsung jatuh cinta dengan musik folk yang dibawakan keduanya.
“Awal tertarik melagukan puisi-puisiku pas melihat Jalu dan temen-temennya main di Perancis. Waktu itu saya pikir kayaknya cocok ini, karena saya lihat musiknya puitis,” kenangnya saat ditemui ketika melakukan rekaman di daerah Sukun Kota Malang pada Rabu (30/12/2020).

Baca Juga: Herry Rasio, Master Aquascape Kelas Dunia Asal Malang

Oleh karena itu, Andang langsung mengundang Djalu dan Endri ke apartemennya untuk melihat koleksi puisi-puisi miliknya.
“Lalu dia saya undang ke apartemenku, lalu saya bacakan puisi-puisi ku apakah bisa dijadikan lagu. Eh ternyata bisa, dan waktu jadi lagunya jadi di Bulan Mei itu ternyata bagus sekali dan aku sangat menikmati,” bebernya.
Hasil lagu yang selesai direkam juga dikirimkan kepada kawan pejabat dan mahasiswa Andang. Dan semuanya memberikan respon positif kepada lagu tersebut.
“Lalu waktu lebaran rekamannya saya kirim ke orang-orang dan ternyata mereka juga suka. Kira-kira ada 100 orang yang saya kirimi mulai pejabat sampai mahasiswa,” ujarnya.
Melihat respon tersebutlah yang membuat Mantan Ketua IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) rela bolak-balik Malang-Perancis untuk take vocal lagu-lagunya.
Lulusan SMAN 3 Malang ini sendiri memang terkenal puitis meskipun menggeluti dunia geologi. Ia mengatakan mahasiswanya justru senang saat ia mengajar sambil diselipi kata-kata puitis.
“Saat mengajar ke mahasiswa saya juga mereka lebih suka kalau saya mempuitiskan bahasa saya. Sehingga mahasiswa juga tidak jenuh selama pembelajaran,” terangnya.

Baca Juga: Wiji Thukul, Mengenang Sastrawan dan Aktivis yang Hilang pada Masa Orde Baru

Ia ternyata juga memiliki misi untuk memperkenalkan ilmu geologi pada masyarakat tentang ilmu geologi.
“Unik juga ketika dalam lagu tapi liriknya membahas geologi, misalnya terkait batuan sedimen dan sebagainya,” ungkapnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Djalu mengatakan jika ini adalah project yang unik dan menyenangkan. Namun, ia mengakui jika ia harus mengeluarkan tenaga lebih saat mengaransemen puisi-puisi Andang Bachtiar.
“Soalnya kan ada istilah-istilah geologi yang harus saya pelajari, bahkan satu lagu ada yang sampai memakan waktu berbulan-bulan,” ucapnya.

Rencananya, album pertamanya akan dilaunching pada Bulan Februari 2021 di Malang sebagai kota pertama untuk tour. Dan launching lagu-lagu ini akan dilaksanakan diberbagai kampus di Indonesia sebagai permulaan. (azm/noe/gg)

  • Bagikan