MOJOKERTO, Tugujatim.id – Gelombang protes atas tayangan program Xpose Uncensored oleh Trans7 masih terjadi. Terbaru PC Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto melaporkan Diera Fajriah Larasati, pengisi suara atau narator atau voice over artist Trans7 ke Polres Mojokerto atas dugaan pencemaran nama baik, berita bohong, serta fitnah sebagaimana Pasal 310 KUHP Pasal 311 KUHP dan Pasal 28 Ayat 1 UU No 1 Tahun 2004 ITE.
“Terlapor menampilkan framing yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk stereotipisasi negatif terhadap institusi pendidikan pesantren. Secara sosiologis, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki fungsi strategis dalam mencetak generasi berkarakter, berakhlak, serta berkontribusi terhadap pembangunan moral bangsa,” terang kuasa hukum PC Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto Mujiono, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: Santri di Mojokerto Bawa 7 Tuntutan Tayangan Trans7 saat Geruduk Kantor DPRD
Masih kata Mujiono, narasi yang disampaikan terlapor dalam tayangan program Xpose Uncensored menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat terutama dari kalangan warga Nahdlatul Ulama.
“Untuk itu kami mohon juga kepada Kapolres Mojokerto untuk menindaklanjuti ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) sebagai Lembaga Independen yang mengatur dan mengawasi penyiaran agar dapat menyanksi administratif kepada Stasiun TV yang melanggar Kode Etik Penyiaran atau peraturan lainnya,” sambung Mujiono.
Tayangan Trans7 Rendahkan Kiai dan Pesantren
Aksi ini menambah panjang daftar protes dari berbagai kalangan baik santri maupun alumni pondok pesantren. Aksi ini seturut dengan tayangan Trans7 yang dinilai kontroversial.
Sebelumnya, Ratusan santri dari Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Mojokerto datang ke kantor DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (17/10/2025). Kalangan santri di Mojokerto tersebut menyampaikan tuntutan atas penayangan program Trans7 yang dinilai merendahkan dan menghina kiai serta pondok pesantren.
Massa santri di Mojokerto ini mengutuk keras pihak Trans7. Sebab, tayangan dari stasiun televisi tersebut dipandang meremehkan martabat pesantren dan kiai, bahkan menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dalam bentuk visual dan narasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








