• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ponpes Al-Khoziny.

Kondisi bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo yang ambruk. (Foto: Layla Aini/Tugu Jatim)

Pakar Struktur Unej Pasca Tragedi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo: Kenali Retakan dan Kemiringan, Tanda Awal Gedung Bisa Ambruk

Dwi Linda by Dwi Linda
10 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Tragedi ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jatim, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar mengenai keamanan konstruksi bangunan pendidikan.

Di tengah perbincangan soal penyebab, pakar struktur dari Universitas Jember (Unej) Dr Ir Erno Widayanto ST MT memberikan pandangan edukatif tentang bagaimana masyarakat bisa lebih peka mengenali tanda-tanda awal sebuah gedung berisiko runtuh.

You might also like

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

21/07/2026 6:45 PM
Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

21/07/2026 6:33 PM

Baca Juga: Dua Santri Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Satu Selamat Bernama Haikal

Menurut Erno, bangunan seharusnya tidak langsung ambruk begitu saja, terutama bila konstruksinya memakai beton bertulang.

“Kalau itu memang bangunan beton bertulang, saya sangat heran terjadinya mendadak seperti itu. Biasanya sudah ada tanda-tanda awal sebelum runtuh, misalnya muncul retakan atau kemiringan,” jelasnya.

Retakan Lokal vs Retakan Struktural

Dalam wawancara bersama Tugujatim.id, Erno menjelaskan pentingnya membedakan retakan lokal dan retakan struktural.

• Retakan lokal: hanya muncul di satu titik tertentu dan tidak langsung mengganggu keseluruhan kekuatan gedung.
• Retakan struktural: menyebar dan berdampak pada kestabilan bangunan secara keseluruhan.

“Kalau retakan itu sifatnya menyeluruh, itu sudah sinyal bahaya. Retak saja sudah tidak boleh ditempati, apalagi kalau sampai miring,” tegas Erno.

Kesadaran masyarakat untuk memahami perbedaan dua jenis retakan ini, menurut dia, sangat penting. Sayangnya, banyak yang tidak peduli hingga akhirnya bencana tidak bisa dihindari.

Kemiringan dan Sambungan Besi

Selain retakan, tanda lain yang harus diperhatikan adalah kemiringan bangunan. Jika ada pergeseran dari posisi tegak lurus, itu indikasi bahwa struktur sudah tidak lagi stabil.

Lebih jauh, Erno juga menyoroti soal penempatan dan sambungan besi dalam konstruksi. Menurut dia, kesalahan dalam peletakan tulangan atau sambungan besi yang tidak nyambung bisa menjadi penyebab fatal.

Pakar struktur Unej soal Ponpes Al-Khoziny.
Pakar struktur dari Universitas Jember (Unej) Dr Ir Erno Widayanto ST MT soal bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo yang ambruk. (Foto: dok pribadi)

“Gedung normalnya tidak akan langsung runtuh. Kalau ada sambungan besi tidak nyambung, itu sangat berbahaya. Itu yang perlu dicek di lapangan,” katanya.

Peran Inspeksi dan Akademisi

Erno menekankan pentingnya inspeksi rutin. Dia sering diminta sebagai konsultan untuk memeriksa gedung di Jember, Bondowoso, hingga Banyuwangi. Metodenya adalah inspeksi visual, kemudian analisis struktural untuk memastikan bangunan aman atau tidak.

“Semua gedung sebaiknya diinspeksi oleh akademisi atau insinyur. Jangan menunggu sampai retak besar atau miring. Denah bangunan juga jangan sampai hilang, karena itu dokumen penting,” pesannya.

Pentingnya Peran Insinyur dan Standar Bangunan Pendidikan

Menurut Erno, tragedi ambruknya bangunan di ponpes ini juga menjadi alarm bagi dunia pendidikan. Banyak pesantren membangun gedung dengan dana sumbangan tanpa melibatkan insinyur bersertifikat, hanya mengandalkan tukang bangunan.

“Pesantren itu biasanya dibangun tanpa melibatkan tenaga insinyur. Tukang biasanya tidak paham mekanika struktur, apalagi untuk bangunan yang lebih dari 2 lantai. Kalau insinyur, dia berpikir apakah gedung bisa berdiri lama atau tidak. Itu perbedaannya,” tegas Erno.

Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo.
Ilustrasi retakan pada bangunan. (Foto: dok istockphoto/Fredfroese)

Dia menambahkan, dalam pembangunan gedung pendidikan harus ada  izin mendirikan bangunan (IMB) yang melibatkan akademisi atau tenaga ahli untuk memastikan konstruksi sesuai standar. Menurut dia, jika ada standar khusus untuk bangunan pendidikan nonformal seperti pesantren, maka keselamatan penghuni bisa lebih terjamin.

Pesan untuk Pengelola Pesantren dan Bangunan Tua

Erno juga mengingatkan pentingnya kepedulian pengasuh dan pengelola pondok pesantren terhadap aspek keselamatan. Keselamatan santri, menurut dia, tidak bisa ditawar.

“Melibatkan insinyur itu wajib. Jangan hanya andalkan tukang. Kiai atau pengelola harus pastikan bangunan sesuai prosedur dan aman dihuni,” tegasnya.

Selain itu, dia memberi perhatian khusus pada bangunan tua. Gedung-gedung yang dibangun sejak 1980-an, misalnya, perlu dilakukan inspeksi ulang karena materialnya bisa sudah keropos atau tulangan besinya tidak lagi mampu menahan beban.

“Banyak gedung lama yang sangat rentan. Cepat atau lambat akan terjadi sesuatu kalau tidak diperiksa. Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki,” katanya memberi peringatan.

Edukasi Keselamatan untuk Masyarakat

Dari kasus Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Erno berharap masyarakat lebih peduli pada aspek keselamatan. Jangan menunggu tragedi terjadi baru menyadari pentingnya standar konstruksi. Apalagi, lembaga pendidikan yang dihuni banyak orang.

“Retakan kecil itu bukan hal sepele. Itu sinyal awal. Begitu ada tanda-tanda, jangan ditempati. Segera panggil pihak ahli,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Bangunan Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjoberita jember hari iniEvakuasi korban Ponpes Al-Khoziny SidoarjoJemberJember hari iniMusala Ponpes Al-Khoziny SidoarjoMusala Runtuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Next Post
Bulan PRB.

Peringatan Bulan PRB 2025 di Mojokerto Dibarengi Launching Buku Penyandang Disabilitas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID