• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
coban jahe 3

Pandemi COVID-19, Kunjungan Wisata di Coban Jahe, Malang Hanya 10 Persen

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang – Anjloknya perekonomian di sektor pariwisata akibat pandemi COVID-19 begitu dirasakan di Coban Jahe, Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Bahkan, kunjungan wisatawan di wisata air terjun tersebut hanya sekitar 10 persen saja.

“Pengunjung yang datang sekarang ya, cuma 10 persen dan hanya beli-beli makanan. Palingan cuma 10-20 orang saja sehari wisatawan yang datang,” ungkap Pengelola Objek Wisata Coban Jahe, Hadi Suyitno Senin (3/8/2020).

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut dikarenakan dalam tahap uji coba pembukaan wisata di masa pandemi.

“Ini masih uji coba untuk pembersihan tempat wisata sambil menunggu proses resminya pembukaan wisata se-Malang Raya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang,” lanjut Hadi.

coban jahe 1
Pengelola Objek Wisata Coban Jahe, Hadi Suyitno. (Foto: Rizal Adhi Pratama)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang juga belum memberikan keputusan resmi soal kapan wisata Coban Jahe bisa buka kembali.

“Kita sudah mengajukan sejak Juli kemarin, tapi sampai saat ini belum ada hasilnya,” beber pemilik CV Cahaya Pratama selaku pengelola objek wisata Coban Jahe sejak 2019 ini.

Untuk diketahui, Coban Jahe ini ditutup sejak 23 Maret 2020, Hadi mengatakan, para karyawan dan pedagang yang biasa menggantungkan hidup di Coban Jahe kini kesulitan mencari nafkah.

“Dampaknya masyarakat yang biasa bekerja di sini jadi merasa kesulitan mencari nafkah. Cari pekerjaan lain juga susah, karena di tempat lain juga tutup,” jelasnya.

Hasilnya, sekitar 40 karyawan di Coban Jahe yang kebanyakan adalah ibu-ibu kini bekerja sebagai kuli. “Jadi, yang biasa kerja di loket sekarang harus tanam bunga, meratakan tanah, kuli cangkul dan kuli babat,” ungkapnya.

Para karyawan yang kebanyakan ibu-ibu inipun hanya sanggup bekerja sebagai kuli setengah hari saja. Ini membuat upah yang diterima juga tidak maksimal, hanya sekitar Rp 35 ribu perhari.

Terakhir, Hadi berharap agar objek wisata Coban Jahe bisa dibuka kembali. Dia menegaskan jika Coban Jahe sudah siap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Protokol kesehatannya sudah siap seperti tempat cuci tangan, mewajibkannya wisatawan wajib pakai masker dan penerapan physical distancing,” tukasnya.

coban jahe 2
Keindahan Wisata Coban Jahe yang turun pada masa pandemi. (Foto: Rizal Adhi Pratama)

Sementara itu, Camat Jabung, Hadi Sucipto, menerangkan jika Coban Jahe, Coban Siu, Coban Sisir, Coban Jodo dan Coban Jidor sudah mulai buka kembali.

“Buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pengawasan dari kecamatan melalui tim gugus tugas, kita lakukan sosialisasi Perbub (Peraturan Bupati) 20 tentang protokol kesehatan,” ujar Hadi.

Dia menambahkan, gugus tugas kecamatan juga rutin melakukan operasi dan sosialisasi secara berkala. “Bagi pengunjung yang tidak memakai masker akan disuruh balik,” paparnya.

Kendati hanya 10 persen pengunjung dari biasanya, Camat Jabung mengatakan jika Coban Jahe adalah yang paling ramai dikunjungi wisatawan daripada coban-coban lain di Kecamatan Jabung.

“Paling banyak kunjungan wisatawan saat ini di Coban Jahe saja,” ucapnya.

Terakhir, Cipto mengungkapkan, kendala penerapan protokol kesehatan ada di kesadaran wisatawan sendiri.

“Wisatawan kalau mau masuk di loket itu diperiksa, tapi saat berselfie tidak yakin memakai masker atau tidak. Jadi kita harus terus selalu mengingatkan,” pungkasnya.

 

Reporter: Rizal Adhi
Editor: Gigih Mazda

Tags: covid-19covid19MalangPariwisataWisatawisata malang
Redaksi

Redaksi

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Tanpa Konvoi, Ini Rangkaian Acara Pengganti di HUT Arema ke-33

Tanpa Konvoi, Ini Rangkaian Acara Pengganti di HUT Arema ke-33

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID