MALANG, Tugujatim.id – Pertumbuhan penduduk perkotaan yang terus meningkat ditambah dengan dampak perubahan iklim, menimbulkan berbagai tantangan serius di sektor pangan. Di Kota Malang, permasalahan seperti konversi lahan yang terus berkurang, meningkatnya kebutuhan pangan, serta persoalan limbah pangan menjadi perhatian utama. Tantangan ini tidak hanya menyangkut produksi dan akses pangan, tetapi juga pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Nita Yulianis dari Badan Pangan Nasional mengatakan pemerintah menargetkan penurunan jumlah food waste di Indonesia sebesar 3-5%. “Hal ini membutuhkan kolaborasi dari semua pihak,” ungkapnya secara online dalam kick-off meeting Program Pangan Kota Kita yang dikutip Minggu (26/1/2025).
Keterlibatan Generasi Muda dalam Sistem Pangan Perkotaan
Salah satu langkah penting yang dilakukan melalui Program Pangan Kota Kita adalah memperkuat kebijakan sistem pangan perkotaan dengan melibatkan generasi muda.
BACA JUGA: Peningkatan Kualitas SDM Ala Ketua DPRD Kota Malang, Intervensi Literasi Hingga Zero Putus Sekolah
Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) bersama Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP Jawa Timur), Pemerintah Daerah Kota Malang, Malang Creative Fusion (MCF), Forum Anak Kota Malang, Forum Petani, Litterless Indonesia dan berbagai pihak lainnya di Kota Malang menginisiasi Forum Multipihak Sistem Pangan.
Lewat kick-off meeting Program Pangan Kota Kita, Selasa (21/01/2025) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Nalang, terbentuk Forum Multipihak Sistem Pangan atau Multi-Stakeholder Forum (MSF) tersebut. Forum ini didukung oleh Bappeda dan konsorsium Program Pangan Kota Kita, dengan harapan dapat menciptakan sistem pangan yang berdaulat, tangguh (resilient) dan inklusif melalui pendekatan partisipatif.
Dukungan terhadap Transformasi Sistem Pangan Nasional
Wulan Metafurry, dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menekankan bahwa program ini sejalan dengan agenda nasional transformasi sistem pangan.
“Dalam lima tahun ke depan, kita berharap mampu membangun ekoregion sistem pangan berbasis sumber daya dan kearifan lokal. Setiap daerah, termasuk Kota Malang, diharapkan memiliki sistem pangannya sendiri yang tangguh dan berkelanjutan,” jelasnya.
Program Pangan Kota Kita yang juga dilaksanakan di Kota Bogor, bertujuan untuk mendorong transformasi sistem pangan perkotaan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Ketua DPRD Kota Malang Suarakan 6 Isu Strategis di Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026
Sementara Dwi Rahayu, Kepala Bappeda Kota Malang, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan sistem pangan perkotaan yang lebih baik,” ujarnya.
Strategi Program Pangan Kota Kita
Program ini dilaksanakan melalui strategi-strategi berikut:
1. Penelitian Sistem Pangan Kota: Mengidentifikasi kondisi dan tantangan pangan di Kota Malang.
2. Kelas Peningkatan Kapasitas: Memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan dalam pengelolaan pangan.
3. Forum Multipihak: Membentuk ruang diskusi dan kerja sama lintas pihak.
4. Penyusunan Kerangka Sistem Pangan dan Kebijakan: Mengembangkan dokumen kebijakan berbasis kebutuhan lokal.
5. Lobi dan Advokasi: Mendorong penerapan kebijakan pangan berkelanjutan.
6. Green Entrepreneurship Forum: Membangun wirausaha hijau di sektor pangan.
Peran Generasi Muda dan UMKM
Yunida Paramita dari Malang Creative Fusion menuturkan bahwa peran UMKM dalam mendukung inovasi pangan sangat krusial.
“Kami di MCF memiliki ruang untuk pengembangan inovasi usaha, dan program ini memberikan dukungan yang sangat penting,” katanya.
Selain itu, perubahan iklim yang sebagian besar dipengaruhi oleh perilaku manusia, termasuk limbah pangan, menjadi isu penting yang harus dihadapi bersama.
“Kita tidak hanya menjadi korban perubahan iklim, tetapi juga menjadi kontributor percepatannya. Oleh karena itu, perubahan perilaku kita adalah kunci,” tambah seorang peserta forum.
Masa Depan Sistem Pangan Kota Malang
Peran generasi muda menjadi sangat penting dalam mewujudkan masa depan sistem pangan yang tangguh. Dengan keterlibatan aktif, inovasi dan kolaborasi lintas pihak, Program Pangan Kota Kita di Kota Malang diharapkan menjadi model pembangunan sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan, tidak hanya untuk Malang, tetapi juga untuk wilayah lain di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko