• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Surabaya (definitif) Whisnu Sakti Buana saat menjelaskan soal alat terapi plasma konvalesen di depan Unit Transfusi Darah PMI Surabaya, Selasa (16/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Wali Kota Surabaya (definitif) Whisnu Sakti Buana saat menjelaskan soal alat terapi plasma konvalesen di depan Unit Transfusi Darah PMI Surabaya, Selasa (16/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Pasca-Libur Imlek, Kasus Covid-19 di Surabaya Belum Tunjukkan Peningkatan

Grafik Kasus Covid-19 Masih Terus Tunjukkan Penurunan

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kasus Covid-19 di Kota Surabaya pasca-Tahun Baru Imlek beberapa waktu lalu masih belum menunjukkan peningkatan. Bahkan, usai libur panjang per tanggal 14-15 Februari 2021 tersebut, kasus Covid-19 di Surabaya menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

“Sejauh ini (pasca perayaan dan libur panjang di Hari Raya Imlek tempo waktu, red) penambahan sampai hari kemarin masih turun terus. Jadi yang kita harapkan tidak ada lonjakan, kita lihat nanti dalam seminggu ini. Tapi dari hari senin dan selasa, ada penurunan yang signifikan,” terang Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, pada Tugu Jatim, Selasa (16/2/2021) siang.

You might also like

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

17/06/2026 9:47 PM
Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

17/06/2026 7:36 PM

Mobilitas saat Libur Panjang sudah Berusaha Dijaga

Selain itu, Whisnu juga memaparkan bahwa selama libur panjang memang tidak ada mobilitas yang tinggi di Kota Pahlawan. Mengingat seluruh sudut kota sudah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Kota Surabaya.

“Sepengetahuan kita kemarin di tengah libur panjang tidak ada mobilitas yang tinggi di Kota Surabaya. Itu yang kami harapkan agar terus membatasi mobilitas ini dan semoga tidak ada lonjakan,” imbuhnya.

Whisnu juga menegaskan bahwa berubahnya tingkat klaster menuju komunitas, merupakan narasi yang sama seperti Edaran Wali Kota mengenai pemberhentian isolasi mandiri di rumah, lantaran keluarga merupakan bagian yang termasuk komunitas terkecil yang memiliki kasus Covid-19 tertinggi di Kota Surabaya.

“Sama seperti yang saya sampaikan kemarin bahwa kebijakan PPKM mikro ini seperti yang sudah saya buatkan Edaran Wali Kota Surabaya, bahwa kita tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah,” ucapnya.

Apalagi saat membahas rumah tangga, jelas Whisnu, merupakan klaster terkecil dan perlu dilakukan evakuasi secara langsung bila didapati ada kasus di tingkat keluarga untuk dirujuk ke Asrama Haji.

Positif Covid-19, Langsung Dievakuasi ke Asrama Haji

“Klaster rumah tangga itu kan bicara komunitas yang paling kecil. Itu makanya tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah semua kita evakuasi di Asrama Haji sementara keluarga kita pantau, seperti arahan Pak Menko. Sampai masa inkubasi betul,” tegasnya.

Whisnu melanjutkan bahwa bila kasus itu terjadi di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), maka itu sudah masuk di zona merah karena ada lebih dari 2 kasus positif Covid-19. Walau di catatan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) No 3 Tahun 2021 masih masuk zona kuning.

“Apalagi kalau satu wilayah RT atau RW ada dua atau lebih, itu bagi kita (Pemerintah Kota Surabaya, red) sudah zona merah. Walaupun di Imendagri No 3 Tahun 2021 bilang kalau itu zona kuning. Itu masuk zona merah karena nanti keluarganya kita blocking,” pungkasnya.

Sebagai catatan, untuk mesin donor plasma konvalesen di Surabaya ada 4 alat. Namun yang 2 mesin sudah tidak dapat dioperasikan lantaran kehabisan kantong. Saat ini Whisnu berupaya menambah kantor plasma agar kegiatan donor plasma konvalesen dapat berjalan dengan ideal. (Rangga Aji/gg)

Tags: berita SurabayaKota SurabayaPemkot SurabayaSurabayaWali Kota SurabayaWhisnu Sakti Buana
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Komunitas Donatur Kolektif kembali membuka posko logistik untuk mendukung peserta aksi yang digelar di depan Gedung DPRD...

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

Next Post
BPBD dibantu Damkar, Polri, Satpol PP, Brimob dan TNI melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat di Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Cegah Covid-19, BPBD Bojonegoro Lakukan Penyemprotan Disinfektan di 5 Titik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID