BOJONEGORO, Tugujatim.id – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi aman, kualitas produk menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan. Menjawab kebutuhan tersebut, Pegadaian Bojonegoro menghadirkan emas cetak berstandar G24 atau emas murni 24 karat yang dapat langsung dimiliki nasabah melalui layanan Tabungan Emas.
Pimpinan Cabang (Pinca) Pegadaian Bojonegoro Eko Danarto mengungkapkan bahwa emas G24 merupakan emas dengan tingkat kemurnian mencapai 99,99 persen. Dia mengatakan, standar ini menjadikan emas sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dan aman untuk jangka panjang.
Baca Juga: Praktis dan Minim Risiko, Tabungan Emas Pegadaian Bojonegoro Jadi Favorit Gen Z
“Emas yang dicetak dari Tabungan Emas Pegadaian adalah emas murni berstandar G24. Jadi jaminan kualitas bagi nasabah yang ingin memiliki aset fisik yang terpercaya,” ungkapnya.
Keunggulan Tabungan Emas
Dia menambahkan, keunggulan utama Tabungan Emas Pegadaian tidak hanya terletak pada kualitas, tetapi juga kemudahan akses. Masyarakat tidak perlu menunggu memiliki dana besar untuk membeli emas batangan.
Melalui sistem tabungan, nasabah dapat membeli emas secara bertahap mulai dari pecahan kecil, kemudian mencetaknya ketika saldo ketika telah mencukupi.
“Minimal saldo 1 gram bisa dicetak menjadi emas batangan. Namun, saldo yang tersisa di tabungan minimal 0,1 gram. Ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk mengatur kepemilikan emas,” jelasnya.
Daya Tarik Generasi Muda, Terjangkau dan Praktis
Kemudahan ini dinilai menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda seperti milenial dan Gen Z yang mulai sadar pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini. Dengan nominal yang terjangkau dan sistem yang praktis, investasi emas menjadi lebih inklusif dan dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Selain dapat dicetak menjadi emas fisik, Tabungan Emas Pegadaian juga memberikan opsi likuiditas yang tinggi. Nasabah dapat mencairkan saldo emas menjadi uang tunai kapan saja melalui outlet Pegadaian, dengan harga yang mengikuti pergerakan pasar pada hari tersebut.
“Tabungan emas ini likuid, hampir seperti uang. Nasabah bisa mencairkan kapan saja sesuai kebutuhan, dan nilainya mengikuti harga emas saat itu,” ungkapnya.
Emas Bersifat Fluktuatif
Namun demikian, Eko mengingatkan bahwa harga emas bersifat fluktuatif dan dapat berubah dalam waktu singkat. Dalam sehari, harga emas bahkan bisa mengalami perubahan lebih dari satu kali, misalnya antara pagi dan siang hari. Kondisi ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi nasabah dalam menentukan waktu transaksi.

“Kalau pagi pukul 10.00, siang pukul 14.00. Perubahan harga bisa mendapatkan nilai terbaik, baik saat ingin mencairkan maupun mencetak emas. Karena itu, penting untuk memantau pergerakan harga,” katanya.
Sebagai ilustrasi, harga emas batangan G24 dapat berbeda dalam hitungan jam mengikuti kondisi pasar global dan nilai tukar. Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi dunia, inflasi, hingga kebijakan moneter turut memengaruhi pergerakan harga emas.
Tabungan Emas, Solusi Pengelolaan Keuangan Fleksibel
Dengan berbagai fitur yang ditawarkan, Tabungan Emas Pegadaian tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai solusi pengelolaan keuangan yang fleksibel.
“Nasabah dapat memilih untuk menyimpan emas dalam bentuk digital, mencairkannya menjadi uang tunai, atau mencetaknya menjadi emas batangan sesuai kebutuhan,” imbuhnya.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi yang aman dan mudah diakses. Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas tetap menjadi pilihan yang diminati karena dianggap mampu menjaga nilai aset.
Bagi generasi muda, kehadiran emas cetak berstandar G24 dari Tabungan Emas Pegadaian juga memberikan pengalaman investasi yang lebih nyata. Tidak hanya sekadar angka dalam aplikasi, emas kini dapat diwujudkan dalam bentuk fisik yang bisa disimpan secara langsung.
Dengan kombinasi antara kualitas, kemudahan, dan fleksibilitas, Pegadaian Bojonegoro terus mendorong masyarakat untuk menjadikan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
“Produk ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperluas akses investasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. Termasuk Kantor Cabang Pegadaian Bojonegoro. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Lizza Arnofia Choirunisa
Editor: Dwi Lindawati








