TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah bangunan masjid dan lembaga pendidikan berpotensi terdampak rencana pembangunan ruas Tol Demak-Tuban yang akan realisasi pada 2024. Hal tersebut disampaikan dalam konsultasi publik analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) rencana pembangunan yang digelar Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di gedung pertemuan KSPKP Tuban, Rabu (24/08/2022).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tuban Endro Budi Sulistyo membenarkan terkait hal itu. Salah satu rumah ibadah yang rencananya terkena dampak, yakni Masjid Mambaul Huda yang ada di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, beserta lembaga pendidikannya Madrasah Diniyah dan TPQ, serta SMAN 1 Plumpang.
“Ya, dapat datanya seperti itu. Alhamdulillah, tadi pihak takmir masjid dan lembaga pendidikan hadir dalam konsultasi publik,” ujar Endro, sapaan akrabnya.
Endro meminta kepada forkopimka yang terdampak untuk mencari win-win solution terkait hal tersebut. Sebab, rencana pembangunan tol Demak-Tuban ini merupakan proyek strategis nasional. Jadi, harus mengupayakan untuk mencarikan lokasi masjid maupun lembaga untuk dibangun.
“Tentunya, lokasinya yang berdekatan di tengah masyarakat. Itu harus menjadi penekanan. Dengan dibangunnya ruas tol ini akan bisa mengurangi waktu tempuh, dari 4-6 jam bisa terpangkas menjadi sekitar 2 jaman. Prinsipnya, Pemkab Tuban tetap mendukung suksesnya pembangunan jalan tol ini,” terangnya.
Sementara itu, Leader tim amdal Supriadi mengatakan, tujuan konsultasi publik ini menampung aspirasi, saran, dan solusi-solusi dari daerah yang terdampak ruas tol yang akan melewati 6 kecamatan di 40 desa yang ada.
“Masyarakat yang lebih tahu. Bisa menyampaikan kondisi di kampungnya,” terangnya.
Rencana pembangunan ruas tol Demak–Tuban sekitar 180, 58 kilometer merupakan salah satu jaringan jalan yang dikembangkan untuk mendukukng koridor pergerakan di sisi utara. Rencananya, jalan tol ini akan terkoneksi langsung dengan tol Semarang-Demak yang sudah masuk dalam tahap konstruksi dan direncanakan pula jalan Tol Ngawi–Babat, serta Gresik-Tuban.
“Ini baru tahap awal yakni sosialisasi masih panjang. Selanjutnya akan menerjunkan tim Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP, red) melakukan survei sensus sesuai trase akan mendata lahan, lintasan, maupun tanam tambuh (pohon dan tanaman lainnya, red). Setelah itu, tim appraisal turun,” terangnya.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








