JEMBER, Tugujatim.id – Pemkab Jember mencatatkan realisasi program bantuan pertanian terbesar dalam sejarah 40 tahun terakhir. Bupati Jember Muhammad Fawait mengumumkan total bantuan mencapai Rp73,5 miliar pada 2025.
Program ini mencakup berbagai bentuk bantuan, mulai dari mesin pertanian pra panen sebanyak 169 unit berbagai jenis termasuk traktor dan alat tanam, mesin pasca panen 111 unit, pupuk 644 ton, bibit hortikultura 8.728 pohon, hingga bibit tanaman pangan seluas 24.292 hektare.
Baca Juga: Pemkab Jember Luncurkan Program Lingkaran Cinta, Lindungi 82 Ribu Lebih Pekerja Rentan
Selain bantuan fisik, pemerintah juga mengalokasikan dana konstruksi dan olah lahan senilai Rp24,2 miliar. Bibit kebun seperti kopi dan kelapa juga disalurkan sebanyak 33.800 pohon.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Fawait melaporkan program Gus Bupati Lindungi Pekerja Rentan dengan Cinta (Lingkaran Cinta) yang melindungi pekerja rentan dengan iuran dibayar pemerintah daerah.
Bupati Prihatin 70 Persen Tanah Pertanian Rusak
Tahun ini tercatat sebagai tahun dengan peserta terbanyak, mencakup 82.930 orang dari berbagai sektor. Rincian peserta meliputi buruh tani tembakau 40.300 orang, pekerja sosial keagamaan 19.474 orang, petani pangan 10.000 orang, pekerja rentan desa 9.484 orang, nelayan tangkap 2.000 orang, dan pedagang keliling 844 orang.
Total manfaat yang disalurkan dari 2023-2025 hingga 10 Desember mencapai Rp17,8 miliar dengan proyeksi akhir tahun mencapai Rp20 miliar.
Bupati Fawait mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi infrastruktur pertanian Jember yang 70 persennya rusak. Hal ini menyebabkan Jember yang memiliki lahan pertanian terluas di Jawa Timur justru tertinggal di posisi keempat atau kelima dalam produktivitas.
“Meskipun luas lahan pertanian Jember salah satu yang terluas di Jawa Timur, luas panennya kalah dengan kabupaten lain. Ini karena infrastruktur pertanian kami rusak,” ungkap Gus Fawait.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Jember membutuhkan anggaran Rp1,2 triliun untuk perbaikan jalan dan infrastruktur pertanian. Gus Fawait berkomitmen akan melobi pemerintah pusat agar pembangunan dapat selesai dalam empat tahun ke depan.
“Kami akan terus berjuang memberikan yang terbaik. Tahun 2026 akan ada lebih banyak program baik alat maupun pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








