TUBAN, Tugujatim.id – Jelang Iduladha 1446 H yang tinggal menghitung pekan, Pemerintah Kabupaten Tuban mulai memanaskan mesin pengawasan hewan kurban. Lewat sejumlah program terarah, pemkab berupaya menjamin daging kurban tahun ini memenuhi standar ASUH: yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto mengatakan, pihaknya telah mengatur strategi sejak dini menyusul adanya lonjakan permintaan ternak kurban di berbagai daerah.
Baca Juga: Buah Ini Cocok Turunkan Kolesterol Setelah Konsumsi Daging Kurban
“Bupati secara langsung meminta kami untuk gerak cepat karena tren permintaan hewan kurban naik. Ini harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat,” ujarnya, Senin (05/05/2025).
Saat kebutuhan hewan kurban meningkat, lalu lintas ternak pun melonjak. Tidak hanya dari dan ke wilayah Tuban, tetapi juga dari luar kabupaten, bahkan antarprovinsi.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena dapat membawa risiko penyebaran penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia.
Tiga Langkah Antisipasi Distribusi Ternak
Guna mencegah hal yang tidak diinginkan, DKP2P menyiapkan tiga langkah besar. Pertama, memperketat pengawasan keluar-masuk ternak, terutama di pasar hewan. Peternak juga diajak memanfaatkan aplikasi iSIKHNAS untuk memantau distribusi ternak secara digital.
Kedua, DKP2P memvaksinasi pada hewan yang rentan, terutama sapi, kambing, domba, dan kerbau. Langkah ini dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan.
Ketiga, edukasi kepada takmir masjid dan panitia kurban. Bersama Juleha Indonesia Tuban, DKP2P memberikan bimbingan teknis soal pemilihan hewan kurban yang sehat serta penyembelihan sesuai syariat.
“Dengan edukasi ini, kami ingin daging kurban yang sampai ke masyarakat benar-benar terjamin dari segi kehalalan dan kesehatannya,” kata Eko.

Tidak hanya berhenti pada pengawasan sebelum pemotongan, DKP2P juga akan memeriksa post-mortem. Tim akan mengecek kondisi daging kurban pasca penyembelihan di seluruh kecamatan, baik di rumah potong hewan (RPH) maupun lokasi penyembelihan lain.
Eko memastikan langkah ini penting untuk menjamin daging kurban yang dibagikan ke masyarakat benar-benar layak konsumsi.
“Semua upaya ini bagian dari komitmen pemkab untuk menghadirkan pelaksanaan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat Islam,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








