MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pemkot Mojokerto mengklaim berhasil menurunkan timbunan sampah hingga 46,53% selama 2025. Upaya tersebut ditempuh melalui daur ulang, pengomposan, serta pengurangan sampah langsung dari sumbernya.
Hasil Pemkot Mojokerto tersebut didapatkan melalui kolaborasi TPS3R di Kelurahan Magersari bersama Rekosistem dan mitra dari Jepang.
Baca Juga: TPA Karangdiyeng Overload Membayangi Pemrosesan 90 Ton Sampah Per Hari di Mojokerto
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, pemkot juga menggulirkan Program Ibu Meguru. Program tersebut melibatkan ibu rumah tangga sebagai pelaku utama pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Program tersebut didukung dengan kantong sampah khusus serta sistem insentif, dan terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (03/02/2026).
Mojokerto Harap Kerja sama Berlanjut Kelola Sampah di Sungai
Selain itu, Kota Mojokerto turut menyelenggarakan kegiatan Spogomi, sebuah kegiatan yang menggabungkan antara olahraga dengan aksi pengumpulan sampah. Adanya kegiatan tersebut dinilai dapat meningkatkan kesadaran publik melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.
Capaian tersebut dipaparkan oleh Wali Kota Ika saat mengikuti mengikuti workshop pengelolaan sampah atas undangan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).
“Banyak pembelajaran penting bagi kami dalam program ini terutama untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi teknis maupun regulasi, namun juga soal kolaborasi kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Sedap Dipandang, Jembatan Sungai Brantas di Kepanjen Malang Dipenuhi Sampah Plastik dan Bambu
Dalam workshop tersebut, perluasan kolaborasi antara pemerintah pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta dibahas secara mendalam. Sementara, bila pengelolaan sampah Bersama Rekosistem dan perusahaan konsorsium Jepang berbuah positif, Wali Kota Ika berharap kerja sama tersebut berlanjut untuk pengelolaan sampah di kawasan sungai.
“Ke depan semoga berlanjut tentang pengelolaan sampah di sungai, saat ini mengembangkan wisata sungai di Taman Bahari Mojopahit (TBM),” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








