SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membangun Rumah Susun Sederhana Milik atau Rusunami untuk Gen Z.
Seperti yang diketahui kebutuhan hunian layak yang terjangkau saat ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah keberadaan lahan perkotaan yang terbatas.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan akhir tahun ini lahan sudah siap, dan pembangunan dapat segera dilakukan pada tahun 2027.
Terkait kapasitas rusunami, Eri mengaku masih melakukan penghitungan dengan pihak swasta, sehingga dirinya masih belum bisa memberikan angka pasti.

“Ini masih kita hitung ya karena kita pakai kerja sama dengan pihak swasta, ada yang dengan APBN, jadi kita siapkan dengan data kita. Tapi yang pasti kita hampir seperti rusun ya jumlah unitnya setiap tower,” kata Eri, saat dikonfirmasi Tugujatim.id, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, Eri Cahyadi menambahkan rusunami ini nantinya diperuntukkan bagi warga Surabaya yang belum memiliki rumah, dan juga bagi pasangan muda generasi Z (Gen Z).
Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat serta menjawab kebutuhan hunian secara bertahap.
“Syaratnya nanti baru punya rumah pertama di Rusunami ini, jadi sebelumnya tidak punya rumah atau belum punya rumah. Terus yang kedua, memang untuk orang-orang pasangan muda tapi memiliki gaji yang UMK,” tambahnya.
Politisi PDIP tersebut menuturkan untuk lokasi rusunami rencananya akan dibangun di wilayah Rungkut, Ngagel dan Tambakwedi, Surabaya. Keberadaan rusunami bagi Gen Z ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan hunian vertikal yang efisien di tengah terbatasnya lahan.
“Jadi yang pasti itu ada di Tambak Wedi sama Rungkut, tapi rencana satu lagi di Ngagel yang bekasnya eks pabrik karung. Jadi ada tiga rencananya, lahannya masih disiapkan,” tutur Eri.
Meningkatkan Kualitas Hidup Gen Z
Sementara itu, Pengajar Psikologi Komunikasi dan Transaksional Analisis, M. Isa Ansori mengungkapkan dengan adanya rusunami bagi Gen Z ini, merupakan upaya Pemkot Surabaya untuk memastikan generasi muda memiliki kualitas hidup yang layak.
“Generasi muda menggerakkan ekonomi, tetapi masih menghadapi tantangan dalam mengakses hunian yang layak,” ungkapnya
Di sisi lain, pasangan muda berada pada fase penting membangun kehidupan dan kemandirian, sehingga dukungan akses hunian menjadi bagian krusial dalam mendorong stabilitas sosial dan ekonomi. Ketika pembangunan rusunami terintegrasi dengan program pendidikan dan pengentasan kemiskinan, hunian ini menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kebijakan ini membuka peluang bahwa di tengah keterbatasan lahan dan dinamika ekonomi, Surabaya tetap mampu menghadirkan hunian yang inklusif,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Husni Habib/Kontributor
Editor: Darmadi Sasongko








