Pemkot Surabaya Mulai Vaksin Ternak Warga, Ini Syaratnya

Pemkot Surabaya Mulai Vaksin Ternak Warga, Ini Syaratnya

  • Bagikan
Hewan ternak di pertenakan Wonocolo Surabaya yang mendapat vaksin dari petugas.
Hewan ternak di pertenakan Wonocolo Surabaya yang mendapat vaksin dari petugas. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota Surabaya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mulai menggelar vaksinansi hewan ternak tahap satu. Hal ini untuk mengantisipasi meluasnya PMK di Surabaya sekaligus percepatan pencegahan pada hewan.

Dalam vaksinasi kali ini Senin (4/7/2022), ada sekitar 100 ekor Sapi di kawasan kecamatan Wonocolo Surabaya divaksin.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Antiek Sugiharti. Dia mengatakan, pihaknya telah menerima 600 dosis vaksin dari dinas pertenakan Provinsi Jawa Timur pada 24 Juni 2022. Target Vaksin PMK tahap satu ini adalah sebanyak 600 ekor sapi perah dan potong yang tidak disembelih minimal 1 tahun.

“Vaksin ini diberikan untuk sapi yang berdasarkan hasil pemeriksaan medik veteriner dalam kondisi sehat dan tidak menunjukan gejala klinis PMK,” ungkapnya.

Atik menerangkan, vaksin PMK tersebut akan diberikan dengan 3 tahap, yakni satu bulan setelah vaksinasi pertama dan vaksinasi booster 6 bulan setelah vaksinasi kedua. Vaksin juga diperbolehkan diberikan kepada anak sapi yang telah berusiah minimal dua minggu.

“Jadwal pelaksanaan vaksinasi mulai tanggal 24 Juni sampai 7 Juli 2022, dilangsungkan di pertenakan yang sudah memenuhi beberapa syarat,” jelasnya.

Untuk persyaratan hewan ternak yang akan mendapatkan vaksinasi PMK, di antaranya adalah hewan ternak yang telah dipastikan kesehatannya. Tidak terpapar virus PMK, tidak pernah kontak dengan hewan penderita PMK, dan tidak pernah terjangkit atau sembuh dari PMK.

“Berusia minimal dua minggu dan disembelih dalam jangka waktu satu tahun kedepan, setelah dilakukan vaksinasi,” ujar dia.

DKPP Kota Surabaya terus bergerak cepat melakukan pengawasan rutin, dengan menerjunkan tim dokter di beberapa peternakan di Kota Pahlawan. Para petugas medik/paramedik veteriner melakukan pengawasan dan memberikan pengobatan untuk hewan ternak yang sakit.

Sementara itu, dokter hewan DKPP Kota Surabaya, Rizal Maulana Ishaq, menjelaskan bahwa satu minggu sebelum pelaksanaan vaksinasi PMK, petugas medik/paramedik veteriner sudah melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak. Pengecekan dilakukan untuk memastikan suhu tubuh hewan ternak, serta pengecekan di area mulut dan kaki.

“Dosis vaksin yang diberikan untuk sapi berusia dua minggu sampai enam bulan adalah 1 ml dan 2 ml untuk sapi yang berusia di atas enam bulan,” jelasnya.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, para petugas medik/paramedik veteriner DKPP Kota Surabaya sudah diterjunkan untuk memastikan kesehatan hewan ternak yang masuk ke wilayah Kota Pahlawan aman untuk kurban.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai pedoman penjualan hewan ternak.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan