TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan dana miliaran rupiah untuk berbagai program bantuan sosial di Kabupaten Tuban pada 2025. Total anggaran bansos di Tuban yang digelontorkan mencapai Rp6,3 miliar lebih, mencakup bantuan untuk keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, hingga pelaku usaha mikro.
Berdasarkan data yang dirilis, alokasi terbesar berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dengan total Rp5,7 miliar. Salah satunya adalah program PKH Plus (Program Keluarga Harapan Plus) yang menyasar 2.116 keluarga penerima manfaat. Masing-masing keluarga akan menerima Rp2 juta per tahun dengan total anggaran mencapai Rp4,23 miliar.
Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Verifikasi DTSEN, Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Selain itu, 126 jiwa penyandang disabilitas juga mendapat perhatian lewat program ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas) dengan total dana Rp453,6 juta. Tidak hanya itu, buruh pabrik rokok lintas wilayah juga diganjar bantuan tunai sebesar Rp1,3 juta per orang, menyasar 22 jiwa.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani menegaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen pemprov dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah.
“Tuban termasuk salah satu daerah prioritas dalam penyaluran bantuan sosial. Kami berharap, lewat intervensi ini, masyarakat rentan bisa terbantu secara nyata,” ujar Novi, Senin (21/07/2025).
Tidak hanya itu, bansos di Tuban ini juga diberikan kepada lansia dan penyandang disabilitas dalam bentuk alat bantu mobilitas seperti kursi roda dan tongkat. Total 24 unit alat disalurkan dengan nilai Rp133,7 juta.

Program lainnya seperti BOP dan Tali Asih bagi para pendamping sosial seperti SDM PKH, TAGANA, TKS, hingga pendamping disabilitas juga mendapat alokasi sebesar Rp871 juta lebih. Dana ini menyasar 228 orang pendamping sosial.
Sementara itu, dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, ada bantuan untuk penguatan ekonomi desa, seperti BUMDesa dan Desa Berdaya, masing-masing mendapat suntikan dana Rp100 juta per desa. Total anggaran dari sektor ini mencapai hampir Rp700 juta.
Tidak ketinggalan, sektor koperasi dan usaha mikro pun mendapat kucuran dana. Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran sebesar Rp62,25 juta untuk pelatihan dan pengadaan alat usaha bagi masyarakat.
Bansos Mampu Gerakkan Perekonomian Warga
Di sisi lain, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AK) Jawa Timur, ada program JATIM PUSPA yang mendukung 60 perempuan kepala keluarga dengan total bantuan sebesar Rp30 juta.
“Bantuan-bantuan ini diharapkan tidak hanya sekadar bersifat karitatif, tetapi mampu menggerakkan kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai sektor,” tambah Novi.
Secara keseluruhan, jumlah total bansos di Tuban yang disalurkan pada 2025 mencapai Rp6.532.818.800. Pemerintah optimistis bahwa kombinasi bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi ini mampu mempercepat penurunan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








