TUBAN, Tugujatim.id – Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer di Dusun Selang, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, memicu aksi swadaya dari kalangan pemuda setempat. Puluhan titik jalan rusak di Tuban yang menganga dan kondisi yang kian memburuk mendorong Karang Taruna turun tangan tanpa menunggu perbaikan dari pemerintah.
Jalan rusak di Tuban tersebut merupakan akses penghubung penting antar desa hingga ke kecamatan. Namun, kondisinya jauh dari layak. Permukaan jalan dipenuhi lubang dengan kedalaman cukup dalam, sehingga menyulitkan aktivitas warga, terutama saat melintas dengan kendaraan.
Baca Juga: Pemkab Jember Perbaiki Jalan Rusak di Sidomulyo, Petani: Hasil Panen Tak Tumpah di Tengah Jalan
Ketua Karang Taruna Tunas Rimna Sub Unit Dusun Selang Syamsul Maarif, 22, menyebut perbaikan dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan material seadanya.
“Kerusakannya sudah lama, bahkan bertahun-tahun. Dulu hanya ditutup dengan berongkal, tapi karena sering tergerus air, akhirnya rusak lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, titik kerusakan tidak hanya satu atau dua, melainkan tersebar di puluhan lokasi sepanjang jalan. Kondisi ini membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas, bahkan tak jarang menyebabkan gangguan kendaraan.
“Lubangnya banyak, dan cukup dalam. Ini jalur utama warga, jadi sangat terasa dampaknya,” tambahnya.
Perbaikan Jalan Sementara Pakai Batu Berongkal
Perbaikan yang dilakukan bersifat sementara dengan menggunakan batu berongkal yang tersedia di sekitar lokasi. Kegiatan ini dikerjakan secara gotong royong oleh para pemuda, meskipun sebagian besar masih berstatus pelajar.
“Teman-teman banyak yang masih sekolah, jadi kerjanya nunggu pulang. Rencana perbaikan ini sekitar semingguan sampai selesai di ujung jalan,” jelas Syamsul.
Dia mengakui, keterbatasan alat dan material membuat hasil perbaikan tidak maksimal. Namun, langkah ini setidaknya menjadi solusi darurat agar jalan tetap bisa dilalui.
Menurut dia, aksi ini muncul dari keresahan warga yang selama ini harus menghadapi kondisi jalan rusak setiap hari. Selain membahayakan, kerusakan juga berdampak pada infrastruktur lain seperti pipa yang kerap bocor akibat kondisi jalan yang tidak stabil.
“Kalau dibiarkan, makin rusak. Makanya kami inisiatif bergerak dulu,” katanya.
Meski dilakukan secara swadaya, para pemuda berharap perhatian dari pemerintah daerah tetap ada. Mereka menilai kondisi infrastruktur di wilayah pelosok masih belum tersentuh secara merata.
Baca Juga: Tancap Gas! Pemkab Jember Perbaiki Puluhan Ribu Jalan Rusak Siap Dieksekusi
“Harapannya ini bisa jadi perhatian. Jangan hanya fokus di pusat kota, tapi lihat juga kondisi di desa-desa,” tegasnya.
Syamsul juga menyinggung program pembangunan Pemkab Tuban “Mbangun Desa Notho Kutho” yang selama ini digaungkan pemerintah. Menurut dia, realisasi di lapangan masih belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di wilayah pinggiran.
“Kalau bicara pembangunan desa, kami di sini belum merasakan. Jalan masih rusak seperti ini,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








