TUBAN, Tugujatim.id – Pemkab Tuban menilai penanganan dugaan keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) terhadap belasan siswa SMP Negeri 1 Montong, Tuban sudah tepat.
Saat ini, seluruh pihak masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat menyampaikan, sejak kejadian kemarin (27/01/2026), penanganan langsung dilakukan oleh tenaga kesehatan.
“Yang pertama, dari sisi penanganan kemarin Alhamdulillah sudah baik. Dari kesehatan sudah bergerak cepat, mendampingi, sampai akhirnya semua siswa kondisinya membaik,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Tuban ini menegaskan, tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan lanjutan. Setelah mendapatkan observasi medis, seluruh siswa telah diperbolehkan pulang.
“Tidak ada yang rawat inap, semuanya sudah kembali, dan kondisinya sudah membaik,” imbuhnya.
Terkait kelanjutan operasional MBG di wilayah tersebut, Abdul Rakhmat menjelaskan bahwa kewenangan untuk membuka, menutup, atau menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan berada di pemerintah daerah.
“Kewenangan terkait operasional, buka atau tutup SPPG itu ada di Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah daerah tidak punya kewenangan ke arah sana,” tegasnya.
Meski demikian, Pemkab Tuban tetap melakukan pendampingan dan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait, termasuk petugas di lapangan.
“Kami terus memantau, terus koordinasi dengan petugas,” katanya.
Menurut Abdul Rakhmat, hingga saat ini penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat disimpulkan. Sampel makanan masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.
“Hasil laboratorium masih proses. Sekarang masih dicek,” jelasnya.
Eks Kepala Dinas Pendidikan Tuban ini menyebutkan, dugaan sementara yang muncul di lapangan mengarah pada kemungkinan adanya alergi makanan pada sebagian siswa. Namun, hal tersebut masih bersifat dugaan awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan.
“Kalau dugaan sementara memang ada alergi, tapi itu masih dugaan awal. Makanya kita menunggu hasil lab,” ujarnya.
Terkait operasional MBG, Rakhmat menyampaikan, berdasarkan informasi dari SPPG, kegiatan masih berjalan karena dugaan sementara mengarah pada faktor alergi, bukan langsung pada kualitas makanan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan BGN.
“Kalau nanti hasil lab sudah keluar dan diketahui penyebabnya, baru bisa ditentukan tindaklanjutnya. Kalau memang ada indikasi karena makanan, kemungkinan bisa saja dihentikan sementara. Tapi itu kembali ke kebijakan BGN,” katanya.
Abdul Rakhmat menegaskan, Pemkab Tuban akan terus mengawal dan memantau perkembangan kasus ini hingga ada kejelasan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Posisi kami mengawal, memantau terus perkembangannya, sampai semuanya jelas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








