Penemuan Mayat Mengapung di Perairan Tuban, Diduga Korban Laka Laut di Lamongan - Tugujatim.id

Penemuan Mayat Mengapung di Perairan Tuban, Diduga Korban Laka Laut di Lamongan

  • Bagikan
Mayat mengapung. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Petugas gabungan berupaya mengevakuasi jenazah laka laut di perairan laut utara Tuban, Kamis (26/05/2022). (Foto: Dokumen)

TUBAN, Tugujatim.id – Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di perairan Dermaga Pelabuhan TPPI Tuban, Kamis (26/05/2022). Diduga penemuan mayat mengapung tersebut merupakan korban laka laut pada Senin (23/05/2022) yang melaut di perairan wilayah Kecamatan Brondong, Lamongan.

Saat itu, perahu yang digunakan korban bersama dua temannya karam karena dihantam ombak besar dan perahu terbawa arus. Korban atas nama Matakim, 50, warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

“Korban bernama Matakim. Usianya 50 tahun,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji pada Kamis (26/05/2022) saat menjelaskan kasus penemuan mayat mengapung.

Sudarmaji menambahkan, penemuan mayat mengapung setelah salah satu anggota Polairut sedang melakukan piket. Mereka melihat sesosok mayat mengapung di perairan Dermaga Pelabuhan TPPI Tuban.

Mayat mengapung. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Petugas membawa jenazah diduga korban laka lantas usai dievakuasi di perairan laut utara Tuban, Kamis (26/05/2022). (Foto: Dokumen)

Diduga mayat korban laka laut yang lokasi kejadiannya di laut Paciran, Lamongan, ini terbawa arus sampai tempat ditemukan mayat.

“Kami terima laporannya. Kemudian kami bersama tim sekitar 20 personel ke lokasi titik penemuan mayat mengapung,” tambahnya.

Setelah jenazah berhasil dievakuasi ke daratan, mayat korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Koesma untuk dilakukan langkah selanjutnya.

Dilansir dari berbagai sumber, Kapal Motor Nelayan (KMN) tanpa nama yang dinakhodai oleh Saiful Arif ini tenggelam akibat dihantam ombak saat cuaca buruk melanda kawasan perairan Pantura.

Saat itu Arif ditemani 2 ABK yakni Matakim, 50, warga Dusun Sentol, Desa Kemantren, Paciran; dan Aziz, 40, warga asal Desa Weru, Paciran. Saiful Arif diketahui berangkat melaut sekira pukul 02.00, Senin (23/05/2022), dari pelabuhan tradisional Desa Kemantren Kecamatan Paciran.

Saat menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam atau sekira pukul 04.00, tiba-tiba KMN yang mereka tumpangi dihantam ombak kurang lebih 1,5 meter di bagian buritan kapal yang membuatnya terbalik dan tenggelam.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan