• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Panggilan tugas - Dari ruang perawatan rumah sakit, penulis masih dapat mengikuti zoom meeting. Ketua Bhayangkari Gabungan 03 Baharkam yang juga Dokter Madya Pusdokkes Polri itu perlu hadir karena dia merasa itu bagian dari tugas dan tanggung jawabnya. (Foto: Dokumen)

Panggilan tugas - Dari ruang perawatan rumah sakit, penulis masih dapat mengikuti zoom meeting. Ketua Bhayangkari Gabungan 03 Baharkam yang juga Dokter Madya Pusdokkes Polri itu perlu hadir karena dia merasa itu bagian dari tugas dan tanggung jawabnya. (Foto: Dokumen)

Pengalaman Penyintas Covid-19: Berusaha, Berdoa serta Percaya Bisa Pulih dari Corona

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Proses Terapi Penyembuhan

Berobat dan Berdoa -Kabaharkam Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto, MSi tidak hanya menyandarkan pada ikhtiar perawatan dan pengobatan. Saat dirawat di rumah sakit, mantan Kalemdiklatpol itu salat dan berdoa kepada Allah, Tuhan Sang Maha Penolong dan Penyembuh. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Berobat dan Berdoa. Kabaharkam Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto, MSi tidak hanya menyandarkan pada ikhtiar perawatan dan pengobatan. Saat dirawat di rumah sakit, mantan Kalemdiklatpol itu salat dan berdoa kepada Allah, Tuhan Sang Maha Penolong dan Penyembuh. (Foto: Dokumen)

Salah satu terapi untuk mengurangi rasa sakit di dada adalah dengan pembatasan konsumsi cairan. Sehingga cairan masuk dan keluar harus dihitung. Ada masa suami yang biasa minum banyak saat itu hanya boleh minum maksimal sehari sebotol 330 ml. Sehingga harus atur benar konsumsinya. Bahkan untuk minum obat pun akhirnya menggunakan pisang.

Biasanya, pagi setelah salat subuh saya langsung mengupaskan apel. Kemudian makan roti tawar dengan selai. Bila sudah agak siang, mulai makan nasi, macam-macam makanan mulai dari sup ikan, sup konro, capcai, bubur manado, bakmi goreng, apa saja yang penting suami mau makan.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Dalam masa pemulihan gejala sisa Covid-19 ini benar benar kami harus bisa menjaga semangat untuk sembuh. Karena berita-berita di luar tentang Covid yang banyak dan campur aduk malah membuat semakin bingung dan keriting. Saat itu, berita duka cita juga banyak. Apakah di media elektronik atau media sosial? Di WA juga bolak balik terdapat terusan berita turut berduka cita sehingga hati rasa malah deg deg an terus. WhatsApp dan telepon yang banyak dan bertumpuk. Apalagi saat itu akan pergantian Kapolri dan tahun baru. Mohon maaf kami tidak mau memikirkan dan tidak menjawab telepon atau WA. Semangat untuk sehat harus dijaga supaya tidak drop.

Pada hari kelima perawatan, alhamdulillah suami mulai membaik, mulai sesekali melepas oksigen. Hari keenam sudah mulai bisa salat dengan berdiri. Dan alhamdulillah terjadi perkembangan membaik setiap harinya. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium dan CT scan thorax lagi dengan hasil membaik, hari kesembilan suami sudah boleh pulang. Alhamdulillah.

Sembuh dan Pulih

Sampai di rumah esok harinya, aktivitas suami setelah salat subuh yakni mengaji, konsumsi sebotol sarang burung, kemudian mulai latihan olahraga jalan kaki dan lanjut berjemur sampai batas maksimal jam 9 pagi. Makanan yang disukainya selalu disiapkan, olah raga mulai dilakukan dengan jalan kaki bertahap mulai dari 400 m, kemudian esoknya 800 m, 1300 m dan seterusnya. Kemudian melakukan fisioterapi setiap hari selama seminggu, lanjut 2 hari sekali selama seminggu, lanjut seminggu 2 kali, lanjut seminggu sekali. Alhamdulillah setelah sebulan terapi dan latihan, semua dapat kembali membaik. Termasuk dapat berolah raga jalan kaki kembali dengan jarak 9 km dengan kecepatan yang nyaris sama seperti sebelum terkena Covid-19.

Alhamdulillah alhamdulilah… matur nuwun sanget untuk Karumkit RS Soekanto dan seluruh jajarannya yang sudah berbaik hati dan penuh kesabaran merawat kami. Matur nuwun untuk doa dan bantuan semua teman yang baik hati. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan bapak ibu semua dengan limpahan berkah. Aaamiinnn.

Dan saat memasuki bulan Ramadhan 1442 H ini, air mata kami keluar begitu terharunya dan bersyukur. Alhamdulillahirobbilalamiin. Setelah hampir empat bulan yang lalu kami sembuh dari Covid, dan kini Allah bermurah hati mempertemukan kami kembali dengan bulan Ramadhan. Masya Allah, kami benar benar bersyukur atas nikmat, rahmat, dan berkah Allah ini.

Doa kami selalu semoga Allah Ta’ala senantiasa memberi kesehatan keselamatan, memudahkan, dan meridai setiap langkah-langkah kita di bumi ciptaan Allah ini. Karena semua ini dilakukan hanya dalam rangka mempersiapkan diri pulang ke kampung akhirat. Aaamiiinn.

 

*Penulis adalah istri Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto, MSi.

Catatan: Tulisan ini sebelumnya pernah dipublikasikan di Majalah Kemala edisi 156/2021 dan dimuat di Tugujatim.id atas seizin penulisnya.

 

Page 3 of 3
Prev123
Tags: covid-19pandemivirus corona
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Next Post
Petani bunga di Kota Batu yang mengaku kesulitan distribusi selama masa PPKM Darurat (PPKM Level 4) karena terkendala mobilitas. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Petani Bunga Kota Batu Kesulitan Distribusi Selama Masa PPKM Darurat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID