Pengunjung Klenteng Dewi Kwan Im Gunung Kawi Menurun 90%

  • Bagikan
Klenteng Dewi Kwan Im Gunung Kawi, Kabupaten Malang, kian sepi pengunjung saat Imlek karena pandemi Covid-19. (Foto: Rap/Tugu Jatim)
Klenteng Dewi Kwan Im Gunung Kawi, Kabupaten Malang, kian sepi pengunjung saat Imlek karena pandemi Covid-19. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

MALANG,Tugujatim.id – Pandemi Covid-19 tak hanya menyerang semua sektor, tapi juga  berdampak saat merayakan Tahun Baru Imlek tahun ini. Seperti halnya perayaan Imlek di Kabupaten Malang, tepatnya di Klenteng Dewi Kwan Im Gunung Kawi, jadi kian sepi dari tahun sebelumnya.

Juru kunci Ciamsi Klenteng Dewi Kwan Im Gunung Kawi Sholikin menuturkan jika penurunan mencapai 90 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Bukannya ada peningkatan lagi, tapi malah menurun, bahkan drastis. Padahal, kalau pengunjung di Imlek dulu bisa 1.000 orang lebih, sekarang seratus orang saja sulit,” ungkap dia saat dikunjungi Tugu Malang, partner Tugu Jatim, Jumat (12/02/2021).

Selain itu, pihak pengelola wisata budaya Gunung Kawi juga membatasi jumlah pengunjung selama pandemi Covid-19 ini.

“Kalau dulu tidak dibatasi, kalau sekarang cuma dibatasi tertentu saja,” ujarnya.

Pengunjung Klenteng Dewi Kwan Im Gunung Kawi, Kabupaten Malang, yang sedang berdoa. (Foto: Rap/Tugu Jatim)
Pengunjung Klenteng Dewi Kwan Im Gunung Kawi, Kabupaten Malang, yang sedang berdoa. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Namun, Sholikin mengatakan, pihaknya tidak bisa sepenuhnya membatasi jumlah pengunjung yang ingin berziarah atau beribadah.

“Karena wisata di sini beda dengan wisata yang lain karena di Gunung Kawi ini wisata budaya. Dan tamu yang datang ke Gunung Kawi ini spesial karena khusus untuk ziarah,” tegasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengusahakan agar protokol kesehatan tetap bisa diterapkan para peziarah.

“Jadi, kami mengikuti saja protokol kesehatan (prokes) dengan dibatasi waktu hanya sampai pukul 21.00,” ujarnya.

Meski sudah dibatasi oleh jam, tampaknya masih banyak orang yang mengunjungi Gunung Kawi di atas pukul 21.00 WIB.

“Karena kami tidak mungkin membatasi orang sembahyang. Kalau pesarean sudah tutup, orang mau sembahyang di luar ya boleh,” ujarnya. (Rap/ln)

  • Bagikan