News  

Pengurus Gekrafs Kota Batu Resmi Dilantik, Siap Dongkrak Pariwisata dan Ekraf di Jatim

Suasana pelantikan Gekrafs Kota Batu di Sendratari Arjuna Wiwaha, Minggu (31/10/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Suasana pelantikan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Batu di Sendratari Arjuna Wiwaha, Minggu (31/10/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur resmi melantik para pengurus Gekrafs Kota Batu periode 2021-2024, di Sendratari Arjuna Wiwaha, Kota Batu, Minggu (31/10/2021). Gekrafs Kota Batu ini menjadi Gekrafs tingkat kota pertama yang dilantik dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur.

Pengukuhan Gekrafs Kota Batu ini juga sebagai langkah pemulihan ekonomi kreatif di Jawa Timur seperti yang digaungkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno. Sedangkan Kota Batu sendiri dipandang memiliki potensi kuat khususnya di subsektor kuliner, kriya, fashion, dan khususnya pariwisata.

Dalam pelantikan itu dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno secara virtual, Ketua Umum Gekrafs Indonesia Kawendra Lukistian, Ketua Gekrafs Jatim Septrianto Maulana dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Arief As Sidiq.

Arief berharap dengan kehadiran Gekrafs di Kota Batu bisa berkontribusi terhadap pembangunan sektor ekraf disini. Pihaknya siap bersinergi dengan Gekrafs sepanjang untuk kemajuan Kota Batu.

”Saya harap bisa membawa sektor pariwisata dan ekraf di Kota Batu bisa berkembang, baik secara kuantitas dan kualitas,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Gekrafs Kota Batu Syaiful Umam akan terus mendorong ekosistem ekonomi kreatif di Kota Batu. Gekrafs sendiri didirikan sebagai wadah para pelaku ekraf dan UMKM untuk belajar dan berdaya bersama-sama.

”Selain memacu potensi-potensi yang sudah ada, kami akan terus belajar, berkolaborasi dan berkembang bersama lewat program-program yang tepat guna seperti pelatihan dan pameran-pameran,” kata dia.

Sejauh ini, Gekrafs Kota Batu sendiri sudah memiliki agenda untuk mengenalkan potensi ekraf di Kota Batu yang sudah ada. Kata dia, tahun 2022 nanti, produk olahan buah di Kota Batu akan dipamerkan di Budapest, Hungaria.

Begitu juga untuk kerajinan kokedama diundang ke Ohio State University untuk menjadi pemateri workshop di sana. Program yang sudah terealisasi adalah program pendampingan desa wisata premium. Dalam hal ini, Gekrafs sudah bekerjasama dengan Pemdes Tulungrejo.

“Gekraf Kota Batu juga sudah aktif berkegiatan sosial dengan membantu membagikan sembako dan mencoba memulihkan beban ekonomi di masyarakat,” jelasnya.

Ketua Gekraf Jawa Timur, Septrianto Maulana bilang jika Gekrafs di Kota Batu menjadi kota pertama yang dilantik pertama di Jatim. Nantinya, ada 17 sub sektor ekraf yang akan digarap. Mulai dari subsektor kuliner, fashion, kriya, aplikasi, film animasi video, fotografi periklanan, seni rupa, arsitektur, design interior, design komunikasi visual, desain produk, permainan (game), Radio TV, periklanan, penerbitan dan seni pertunjukan.

“Melalui wadah ini diharapakan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif. Dengan begitu, pemulihan ekonomi pasca pandemi bisa diatasi bersama-sama,” harapnya.

Harapan senada juga datang dari Pakar Pariwisata Arief Utama Waworuntu, dengan adanya tenaga-tenaga muda yang dinaungi Gekrafa bisa turut menggairahkan iklim pariwisata di Kota Batu. Pihaknya mengaku juga siap bersinergi.

”Mudah-mudahan kualitas Kota Wisata Batu bisa lebih meningkat ke tingjatan premium. Baik secara kualitas pariwisatanya dan juga Sumber Daya Manusianya,” tuturnya.