MALANG, Tugujatim.id – Peninggian jalan menuai keluhan dari warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim. Mereka mengeluh peninggian Jalan Raya Panggungrejo terlalu tinggi puluhan sentimeter dari lantai rumah dan toko warga.
Berdasarkan pantauan, peninggian jalan mulai rel kereta api di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. Bahkan, para pekerja masih terlihat mengerjakan konstruksi pada Senin (15/12/2025).
Akibat peninggian jalan ini, akses ke toko dan rumah warga menjadi curam dan membahayakan. Warga inisiatif meletakkan balok kayu untuk memudahkan kendaraan menepi.
Baca Juga: 13 Pemuda Resmi Tersangka Perusakan Pos Polisi Pakisaji dan Kepanjen, Satu Orang Wajib Lapor
Tia, salah satu pedagang yang tokonya terdampak peninggian jalan, ngeluh soal debu yang masuk ke dalam ruangan. Dia juga khawatir tokonya terendam banjir jika hujan turun.
“Sampai hari ini belum hujan. Semoga nanti kalau hujan, airnya tidak masuk ke dalam toko,” kata Tia.
Badan jalan terdekat dengan rel masuk dalam wilayah Kelurahan Cepokomulyo. Tapi, sebagian besar jalan yang ditinggikan masuk Desa Panggungrejo. Peninggiannya dilakukan hingga Desa Mangunrejo.
Ketinggian jalan yang paling tebal berada di Kelurahan Cepokomulyo atau di sisi paling utara. Semakin ke selatan, ketinggian semakin melandai.
Perbaikan Jalan Sepanjang 3 Km
Kepala Desa Panggungrejo Mochamad Herul mengatakan, pihaknya telah ikut rapat koordinasi soal peningkatan infrastruktur jalan dan penanggulangan banjir yang digelar minggu lalu. Secara keseluruhan, peningkatan infrastruktur jalan dilakukan sepanjang tiga kilometer.
“Perbaikan dan peningkatan jalan dilakukan mulai dari simpang empat Kepanjen ke selatan hingga Jalan Raya Mangunrejo,” ujar Herul.
Dia mengatakan, pengerjaan proyek di antaranya peningkatan jalan dengan menggunakan hotmix, pelebaran ruas jalan dengan menggunakan beton, serta peninggian jalan (rising) mulai dari rel kereta api hingga ke selatan sejauh 100 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








