TUBAN, Tugujatim.id – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban menanggapi keluhan para petani soal kelangkaan pupuk bersubsidi. Dari hasil penelusuran tim monitor dan evaluasi (monev) DKP2P Kabupaten Tuban di sejumlah gudang penyangga Pupuk Indonesia (PI), ditemukan bahwa pupuk bersubsidi masih tersedia.
“Hasil monev tim dinas kita kemarin, barangnya ada di gudang,” ujar Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Arif, pada Kamis (29/9/2022).
Kata dia, stok di gudang penyangga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) wilayah Palang ada 1.430 ton pupuk urea dan 1.600 ton pupuk NPK. Sementara di gudang Desa Beji, Kecamatan Jenu, ada 1.451 ton pupuk urea dan 1.556 ton pupuk NPK. Lalu di gudang daerah Widang ada 776 ton pupuk urea dan 950 ton pupuk NPK.
“Posisi stok itu per 28 September 2022. Karena per hari rata-rata penyaluran ke distributor sekitar 80-100 ton,” terangnya.
Hanya saja, dia mengakui bahwa stok pupuk di beberapa gudang memang tidak ada. “Setelah kami monev, kami minta percepatan pendistribusian dari distrubutor ke kios,” ujarnya.
Sebelumnya, petani di Kabupaten Tuban mengeluh kesulitan mencari pupuk bersubsidi. Kelangkaan ini dialami petani sejak dua pekan terakhir. Hal ini menyebabkan para petani harus mengeluarkan ongkos lebih besar di musim tanam ini karena mereka terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga lebih tinggi agar tanamannya tidak mati.
“Pupuk bersubsidi sulit. Saya sudah cari di mana-mana dan kios-kios luar desa tapi tidak ada,” keluh Lasmuji (54), salah satu petani di Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, beberapa waktu lalu.