• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penyakit PMK.

Ilustrasi sapi perah yang sehat di peternakan Rembangan di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. (Foto: Diki Febranto/Tugu Jatim)

Penyakit PMK di Jember Menyebar saat Musim Hujan, Amankah Daging Sapi Terjangkit untuk Dikonsumsi?

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, khususnya sapi, kembali mencuri perhatian publik. Di Kabupaten Jember, pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang tersebar di beberapa kecamatan, mendapat laporan warga atas penyakit PMK yang merebak di sepanjang musim hujan.

Namun, banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai keamanan mengonsumsi daging sapi yang terjangkit penyakit PMK. Apakah daging sapi yang terinfeksi PMK masih aman untuk dikonsumsi? Simak penjelasannya di sini.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Apa Itu Penyakit PMK?

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang hewan berkuku genap, seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Virus ini mengakibatkan luka pada mulut, kuku, dan demam tinggi pada hewan yang terinfeksi.

Baca Juga: Sidang Lanjutan, Briptu FN Tersangka Polisi Bakar Suami di Mojokerto Dituntut 4 Tahun Penjara

Meski PMK menular dengan cepat di kalangan hewan, banyak orang bertanya-tanya tentang risiko PMK terhadap kesehatan manusia, terutama terkait dengan konsumsi daging sapi yang terjangkit.

Apakah Daging Sapi Terjangkit PMK Aman Dikonsumsi?

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember drh Elok Kristanti menjelaskan, daging sapi yang terjangkit PMK sekalipun masih aman untuk dikonsumsi.

Tentunya, dalam pengelolaan daging sapi yang terjangkit PMK masih sama dengan daging pada umumnya.

“Daging sapi yang terjangkit PMK aman dikonsumsi, tetapi dengan perlakuan sama seperti daging umumnya yaitu dimasak dulu,” ujar saat dikonfirmasi daring pada Selasa (17/12/2024).

Dia juga memperingatkan, ada beberapa bagian tubuh dari hewan ternak yang terjangkit PMK untuk tidak dikonsumsi, seperti bagian kepala, kaki, maupun bagian yang ada lukanya. Bagian tersebut sebaiknya dibakar atau dimusnahkan.

Baca Juga: Mencuat! Kasus PMK di Jember Serang Ratusan Hewan Ternak Sapi, Ini Lokasi Persebarannya

Elok Kristanti melanjutkan, penyakit PMK bukan penyakit zoonosis, artinya tidak menularkan dari hewan ternak seperti sapi ke manusia.

“Penularan hanya terjadi pada hewan rentan berkuku belah yaitu sapi, kambing, domba, babi, kerbau, rusa, dan lain-lain,” jelas Elok Kristanti.

Terkait keparahan kondisi hewan ternak terjangkit PMK yang disembelih, Elok Kristanti menegaskan bahwa hal tersebut sulit diprediksi karena bergantung pada kerusakan organ dalam hewan yang susah dilihat secara fisik.

“Misal pagi sapi yang hanya luka-luka sariawan sedikit dan masih mau makan tiba-tiba malamnya bisa langsung mati. Sementara di kasus lain yang sudah ngiler-ngiler parah, kadang dengan diobati masih bisa bertahan atau sembuh,” ujar Elok Kristanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniDaging sapi terjangkit PMK di JemberKabupaten Jember hari iniKasus PMK di JemberPersebaran PMK di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Aspal mengelupas.

Video Viral Aspal Mengelupas Akibat Banjir Kali Kening, Pemkab Tuban Bungkam

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID