TUBAN, Tugujatim.id – Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan aspal mengelupas akibat terjangan banjir luapan anak Sungai Bengawan Solo atau Kali Kening. Peristiwa tersebut diduga terjadi di Desa Margorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.
Video yang beredar menampakkan sejumlah warga berusaha menyingkirkan potongan aspal mengelupas ke sisi jalan yang lebih tinggi agar tidak terbawa arus banjir. Pemandangan ini menjadi sorotan karena menunjukkan kondisi infrastruktur yang mudah rusak ketika diterjang banjir.
Baca Juga: Penyakit PMK di Jember Menyebar saat Musim Hujan, Amankah Daging Sapi Terjangkit untuk Dikonsumsi?
Banjir yang melanda kawasan itu terjadi pada Sabtu sore (14/12/2024) sehingga meninggalkan bekas berupa aspal mengelupas dan berserakan di pinggir jalan. Meskipun demikian, jalan tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Kapolsek Parengan Iptu Muhammad Yusuf membenarkan kejadian tersebut. Dia menyampaikan, meskipun terkena dampak banjir, kondisi jalan masih bisa digunakan oleh pengendara.
“Ya, Mas, itu memang di Desa Margorejo imbas banjir. Jalan masih bisa dilewati,” ungkapnya singkat.
Namun, hingga kini, beberapa pihak terkait belum memberikan tanggapan atas kerusakan infrastruktur tersebut. Camat Parengan Darmadin Noor pun tidak merespons pesan singkat yang dikirimkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR dan PRKP) Kabupaten Tuban Agung Supriyadi juga memilih bungkam. Pesan dan panggilan telepon yang ditujukan kepadanya tidak mendapat balasan.
Kejadian ini menuai sorotan dari masyarakat, mengingat jalan raya merupakan akses vital bagi mobilitas warga. Seperti salah satu komentar @huren_kaifa menyampaikan, kualitas aspalnya yang buruk atau anggarannya banyak yang dipangkas?
Baca Juga: Sidang Lanjutan, Briptu FN Tersangka Polisi Bakar Suami di Mojokerto Dituntut 4 Tahun Penjara
Sedangkan akun @semuthitam266 dalam komentarnya mengatakan kualitas aspalnya masih baru jadi terkelupas.
“Nek dilihat dari warna aspale isek termasuk aspal baru, yang dimana kemungkinan posisi belum kering, makanya bisa terkelopek seperti itu,” tulisnya.
Banyak pihak berharap pemerintah segera mengambil tindakan, baik untuk perbaikan jalan maupun mitigasi risiko banjir yang terus mengancam kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








