• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kemarau panjang.

Ilustrasi kekeringan. (Foto: Pixabay)

 Kemarau Panjang Landa Indonesia, Ternyata Ini Penyebabnya!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Musim kemarau panjang tahun ini, termasuk yang paling panjang dibanding pada tahun-tahun sebelumnya. Ternyata tidak hanya karena peralihan musim saja. Tapi, juga dipengaruhi beberapa faktor yang menyebabkan kekeringan di Indonesia menjadi sangat lama.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Tugu Jatim, ternyata ada fenomena yang menjadi penyebabnya. Mau tahu apa saja, simak ulasan yang berikut ini.

You might also like

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

17/07/2026 3:30 PM
Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

17/07/2026 2:45 PM

Pertama terjadi musim kemarau panjang bersamaan dengan fenomena El Nino. Nah, El Nino merupakan peningkatan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

SML ini mengakibatkan bergesernya potensi pertumbuhan awan dari wilayah Indonesia ke wilayah Samudera Pasifik tengah dan timur.

“El Nino memiliki periode ulang 4-7 tahun. Akibatnya, kekeringan di Indonesia,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji.

Kedua, karena Indian Ocean Dipole (IOD) atau lebih mudahnya, penyimpangan SML di Samudera Hindia. Penyimpangan SML ini dapat mengakibatkan berubahnya pergerakan atmosfer atau pergerakan masa udara.

“Kondisi IOD positif mengakibatkan berkurangnya curah hujan di Indonesia,” terangnya.

Dari kedua fenomena ini ada positif pun negatifnya. Positifnya akibat kemarau panjang ini, produksi garam meningkat, potensi tangkapan ikan meningkat dan produksi padi pada lahan rawan lebak.

Sedangkan negatifnya, pastinya kekeringan sumber daya air bersih, potensi ketahanan pangan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita kemarauBerita musim kemarauKemarau El ninoMusim kemarau 2023Penyebab kemarau panjang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 3:30 PM
0

Tugujatim.id - Melakukan eksfoliasi menjadi salah satu langkah perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga wajah terasa lebih...

Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 2:45 PM
0

Tugujatim.id – Oversized Outfit kini menjadi salah satu gaya fashion yang banyak dipilih karena menawarkan tampilan stylish sekaligus nyaman untuk...

Outfit Timeless

15 Fashion Item Outfit Timeless yang Tidak Pernah Ketinggalan Zaman

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 3:46 PM
0

Tugujatim.id – Outfit timeless memang nggak pernah kehilangan pesonanya. Di saat tren fashion datang dan pergi begitu cepat, justru gaya...

Warna Pakaian

Cara Memilih Warna Pakaian sesuai Warna Kulit agar Penampilan Lebih Menarik

by Mochamad Abdurrochim
15/07/2026 5:30 PM
0

Tugujatim.id – Warna pakaian sering jadi penyebab munculnya pertanyaan, "Kok bajunya bagus di orang lain, tapi pas aku pakai malah...

Next Post
Persebaya.

Stadion GBT Berkapasitas 45 Ribu, Manajemen Persebaya Hanya Jual 25 Ribu Tiket saat Lawan Arema

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID