• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD (empat dari kiri), pembuat teknologi screening bernama i-nose c-19, menyerahkan alat deteksi Covid-19 kepada mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 2009-2014 Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA . (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD (empat dari kiri), pembuat teknologi screening bernama i-nose c-19, menyerahkan alat deteksi Covid-19 kepada mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 2009-2014 Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA . (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Penyerahan Alat Screening Covid-19 “i-nose c-19” pada RSI Jemursari Surabaya

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Guru Besar (Gubes) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya selaku pembuat alat screening Covid-19 bernama “i-nose c-19” Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD menyerahkan alat deteksi tersebut pada Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya. Prof Riyan kembali memaparkan bahwa i-nose c-19 itu cara kerjanya cepat, harganya murah, dan tidak berbahaya dalam penularan sampel yang dipakai.

“Dan i-nose c-19 dibutuhkan di situasi semacam ini karena ada pandemi Covid-19. Ini adalah alat screening yang cepat, murah, dan tidak berbahaya. Kalau seseorang menderita Covid-19 atau tidak, maka dikeluarkanlah penciri, penanda, atau “biomarker” melalui keringat di ketiak,” terangnya pada pewarta Tugu Jatim di RSI Jemursari Surabaya, Senin siang (22/02/2021).

You might also like

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

21/07/2026 6:45 PM
Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

21/07/2026 6:33 PM

Selain itu, Prof Riyan juga memaparkan bahwa alasan memakai sampel bau keringat di ketiak karena adanya beragam zat yang dapat dipakai sebagai indikator positif dan negatif dari Covid-19. Dia memakai sensor lebar agar banyak zat yang terdeteksi.

“Mengapa di ketiak? Karena di ketiak banyak kelenjar keringat, lalu ada semacam zat yang bermacam-macam dan belum diketahui di dunia medis. Penciri dari Covid-19 itu apa? Dalam jurnal internasional Januari 2021 itu belum ada. Maka kami memakai sensor yang lebar sekali untuk menangkap berbagai gejala,” imbuhnya.

Akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD saat proses penyerahan alat deteksi Covid-19 ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD saat proses penyerahan alat deteksi Covid-19 ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Dari pemakaian sensor lebar itu, Prof Riyan melanjutkan, i-nose c-19 kemudian bisa membedakan mana zat yang dapat dipakai sebagai “biomarker” mengenai penderita Covid-19 dan yang tidak mempunyai gejala-gejala Covid-19.

“Mencirikan mana orang yang sakit dan tidak sakit, dari sensor yang banyak itu muncul biomaker yang bisa kami tangkap. Alhamdulillah, dari penciri itu bisa membedakan mana yang positif dan negatif,” tuturnya.

Akurasi i-nose c-19, Prof Riyan menyebut, sebesar 91 persen. Lantas tatkala selesai menjalankan uji profile dan uji diagnosis, akurasi akan bertambah sampai 93 persen, kemudian bisa diajukan dalam tahap pemasaran.

“Untuk akurasi mencapai 91 persen, bisa diproduksi massal. Kami sedang ada uji profile dan uji diagnosis. Setelah uji diagnosis mencapai 93 persen, maka bisa mengajukan izin edar di Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Prof Riyan mengatakan, kerja sama dengan RSI Jemursari, RSI Ahmad Yani, RS Dr Soetomo, dan lain-lain itu dapat dipakai untuk membantu proses uji profile dan uji diagnosis agar makin efektif dan memperoleh sampel yang ideal.

“Insya Allah dengan bantuan dari kawan-kawan rumah sakit ini, sekarang yang sudah kerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo, Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, dan RS Ahmad Yani,” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga dihadiri Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA selaku mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 2009-2014. Selain itu, Prof Nuh juga sebagai ketua Yayasan RSI Surabaya. (Rangga Aji/ln)

 

 

Tags: alat deteksi Covid-19i-nose c-19ITSsreeningSurabayauji diagnosisUji profile
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Next Post
Mantan Menteri Pendidikan Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA saat sesi wawancara terkait alat deteksi Covid-19 "i-nose c-19" di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, bersama Guru Besar ITS Surabaya selaku pembuat alat screening Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD, Senin (22/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Mantan Menteri Pendidikan Prof Nuh: Alat Screening i-nose c-19 Itu Cepat, Murah, dan Aman!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID