TUBAN, Tugujatim.id – Cuaca ekstrem yang melanda perairan utara Jawa memaksa ratusan perahu nelayan tradisional berlindung di kawasan sisi timur Terminal Kambang Putih, Desa Sugihwaras dan Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Perahu tersebut milik nelayah dari Kecamatan Bancar, Tambakboyo hingga wilayah Jawa Tengah yang memilih parkir guna menghindari gempuran gelombang tinggi dan angin barat yang berpotensi merusak perahu.
“Setiap tahun, nelayan dari wilayah barat sering mengungsi ke sini karena kondisi gelombang yang tidak bersahabat. Letaknya terlindung oleh terminal, jadi relatif aman,” ujar Koordinator Komunitas Ketua Nelayan Kabupaten Tuban (KKNKT), Ahmad Khusnul Abidin, saat dikonfirmasi Tugujatim.id, Minggu (22/11/2024).
Ahmad menjelaskan, para nelayan sudah hampir dua pekan bertahan di lokasi tersebut. Namun, kondisi pengungsian serba terbatas. Selain harus memarkir perahu dengan hati-hati, nelayan juga harus terus memantau kondisi perahu, terutama saat hujan agar bisa segera menguras air yang masuk ke lambung perahu.
“Mereka bertahan dengan segala keterbatasan. Untuk itu, dukungan dari pemerintah atau pihak terkait, baik berupa moril maupun materiil, sangat dibutuhkan agar mereka bisa bertahan di tengah situasi ini,” tambah Ahmad.
Ahmad juga menyoroti perlunya pembangunan tambatan labuh di wilayah pesisir Tuban yang belum memiliki fasilitas tersebut. Tambatan labuh sangat penting untuk memastikan perahu nelayan tetap aman saat musim barat atau musim timur yang sering membawa gelombang tinggi.
“Kami dari KKNKT akan berusaha berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi kondisi para nelayan ini. Pembangunan tambatan labuh adalah kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan,” ungkap Ahmad.
Meski cuaca ekstrem menjadi tantangan tahunan bagi para nelayan tradisional, semangat untuk bertahan dan mencari solusi tetap menjadi prioritas. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban mereka sekaligus memperkuat keamanan dan kesejahteraan para nelayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








