Perbaikan Jembatan Glendeng, Penghubung Tuban-Bojonegoro Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2021 - Tugujatim.id

Perbaikan Jembatan Glendeng, Penghubung Tuban-Bojonegoro Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2021

  • Bagikan
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky didampingi Kapolsek, Danramil, serta Camat Soko saat meninjau Jembatan Simo, Kecamatan Soko-Glendeng, Kabupaten Tuban, Sabtu (31/7/2021). (Foto: Humas Pemkab Tuban) tugu jatim
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky didampingi Kapolsek, Danramil, serta Camat Soko saat meninjau Jembatan Simo, Kecamatan Soko-Glendeng, Kabupaten Tuban, Sabtu (31/7/2021). (Foto: Humas Pemkab Tuban)

TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memastikan bakal segera memperbaiki Jembatan Glendeng di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban pada akhir tahun 2021 ini. Perbaikan jembatan yang menghubungkan antara Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Bojonegoro ini ditaksir akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 miliar hingga Rp 6,5 miliar.

“Saat ini, progres masih dalam proses perubahan anggaran 2021,” ujar Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky di sela-sela peninjauan bantuan sosial ke rumah-rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Sabtu (31/7/2021).

Pengerjaan Jembatan Glendeng Direncanakan Mulai September

Kondisi jembatan yang terputus aksesnya, akibat abrasi Sungai Bengawan Solo. Terlihat jembatan darurat yang berukuran kecil yang bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor. (Foto: Humas Pemkab Tuban) tugu jatim
Kondisi jembatan yang terputus aksesnya, akibat abrasi Sungai Bengawan Solo. Terlihat jembatan darurat yang berukuran kecil yang bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor. (Foto: Humas Pemkab Tuban)

Bupati berusia 29 tahun ini mengatakan, rencana tersebut segera dilakukan. Jika tidak ada halangan, Agustus masuk pada penetapan anggaran, sehingga September bisa mulai dikerjakan.

“Diharapkan, akhir tahun 2021 perbaikan selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat kembali,” pria yang akrab disapa Lindra ini.

Seperti diketahui, Jembatan Soko-Glendeng sejak November tahun 2020 lalu mengalami kerusakan dan terus abrasi. Sebagai jembatan penghubung antara dua kabupaten, jembatan ini menjadi salah satu nadi perekonomian masyarakat setempat.

Hingga saat ini jembatan hanya dibuka untuk pejalan kaki dan pemotor saja. Adapun untuk kendaraan roda empat dan kendaraan berat lainnya dialihkan ke jalan Ponco-Parengan.

  • Bagikan