• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Logic vs Feelings

Antara Cinta dan Logika: Stereotip 'Perempuan Matre' di Logic vs Feelings Aurellia Sapphire. Foto: Novia Hilmiasari

Antara Cinta dan Logika: Stereotip ‘Perempuan Matre’ di Logic vs Feelings Aurellia Sapphire

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
11 months ago
in Featured, Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Jika Anda menginginkan laki-laki kaya, maka pastikan selevel dengan mereka. Jika tidak, Anda akan dipandang sebagai perempuan matre (materialistis). Apa iya seperti itu? Lewat bukunya, Logic vs Feelings, Aurellia Sapphire berupaya mengabadikan fenomena ini, Simak informasi selengkapnya!

Sebuah pandangan populer menyatakan, wanita yang mencintai pasangannya cenderung mengharapkan perlakuan yang setara, sementara pria, sebaliknya, merasa dihargai ketika ia dibutuhkan. Perbedaan mendasar ini sering kali menjadi tantangan, namun juga kunci dalam memahami ekspektasi masing-masing.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Ada pandangan yang mengatakan bahwa perempuan yang menginginkan pasangan sukses, misalnya, ‘Laki-laki dengan mobil Ferrari,’ juga harus memiliki pencapaian serupa.

Namun, apakah benar demikian? Tentu saja tidak. Pernyataan ini seringkali terlalu menyederhanakan kompleksitas sebuah hubungan.

Logic vs Feelings
Antara Cinta dan Logika: Stereotip ‘Perempuan Matre’ di Logic vs Feelings Aurellia Sapphire. Foto: Novia Hilmiasari

Wanita, sebagai individu, berhak memiliki kriteria dan standar untuk calon pendamping hidup, baik secara mental maupun finansial. Keinginan untuk mendapatkan pasangan yang mapan bukanlah hal yang salah, melainkan bagian dari proses seleksi alami.

Pernyataan bahwa, ‘laki-laki mana yang sanggup mengejar standarmu akan tinggal. adalah sebuah refleksi dari psikologi hubungan.

Pria yang berkomitmen dan menghargai pasangannya akan melihat standar tersebut sebagai tantangan yang memotivasi. Mereka akan berusaha keras untuk memenuhi standar tersebut karena ego merasa terpenuhi saat berhasil membuat pasangannya bahagia. Sebaliknya, pria yang merasa tidak sanggup atau tidak memiliki niat untuk memenuhi standar tersebut, akan dengan sendirinya menjauh.

BACA JUGA: Kisah di Balik Buku Insecurity: Ketika Rasa Tak Percaya Diri Menemukan Suaranya

Pada dasarnya, ini bukanlah tentang tuntutan yang berlebihan, melainkan tentang penentuan nilai diri dan ekspektasi yang sehat.

Perempuan yang memiliki standar tinggi tidak harus merasa bersalah, karena hal itu merupakan cara untuk memastikan mereka mendapatkan pasangan yang setara dalam hal komitmen dan dedikasi. Hubungan yang kuat dibangun di atas fondasi rasa saling menghargai, di mana kedua belah pihak termotivasi untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka demi kebahagiaan bersama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Novia Hilmiasari

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Aurellia SapphireMagang Universitas Abdul Chalim Mojokertoresensi bukuResensi Logic vs Feelings
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Next Post
Apel Besar Hari Pramuka

Apel Besar Hari Pramuka Tuban: Bullying dan Tawuran Pelajar Mengikis Nasionalisme

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID