Perkuat Ekonomi Nasional, Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Jatim Susun Tiga Program untuk UMKM - Tugujatim.id

Perkuat Ekonomi Nasional, Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Jatim Susun Tiga Program untuk UMKM

  • Bagikan
Ketua Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) H. Noor Shodiq. (Foto: PEU MUI Jatim/Tugu Jatim)
Ketua Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) H. Noor Shodiq. (Foto: PEU MUI Jatim/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) H. Noor Shodiq atau yang akrab disapa Gus Shodiq ini menegaskan tiga program yang bakal menjadi prioritas serta keunggulan PEU MUI Jatim. Gus Shodiq menjelaskan, semua program itu berkaitan dengan ekonomi dan mencetak wirausahawan baru di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Program kami yaitu peningkatan ekonomi pesantren, penciptaan wirausahawan baru berbasis UMKM, dan pendampingan dalam peningkatan kualitas produk serta memperkuat pasarnya,” terang Gus Shodiq pada hadirin di rumah kediaman Wakil Ketua PEU MUI Jatim KH A. Hamid Wahid atau akrab disapa Gus Hamid di kawasan Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Rabu (10/03/2021).

Selain itu, Gus Shodiq menyatakan, UMKM merupakan gerakan perekonomian nyata yang dapat mengembangkan sirkulasi ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Gus Shodiq melanjutkan, hal itu yang perlu diperkuat lagi.

“Bagaimanapun gerakan nyata ekonomi kita ya di UMKM ini. Merekalah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat bawah. Ini yang harus diperkuat,” imbuhnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh Tugu Jatim.

Apalagi dapat dipastikan, hampir semua pegiat UMKM di Jawa Timur merupakan muslim sehingga cocok dengan nuansa dan tugas dari MUI. Wakil Rektor II Universitas Islam Malang (Unisma) ini juga menerangkan, memperkuat ekonomi nasional sama artinya dengan memperkuat ekonomi umat Islam. Hasil yang diperoleh berlipat-lipat manfaatnya.

Dia mengatakan, rencana ke depan bakal mempertajam lagi program itu sekaligus melakukan gerakan sinergi dengan komisi-komisi lain di MUI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

“Terlebih dengan program One Pesantren One Program (OPOP, red) dan UMKM yang juga menjadi prioritas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Tentu bakal berkoordinasi dengan MUI Jatim maupun MUI Pusat,” imbuhnya.

Dalam agenda pertemuan di rumah kediaman Gus Hamid, sebetulnya PEU MUI Jatim mempunyai iktikad untuk menyamakan visi dan misi sekaligus menyatukan semangat. Apalagi hampir seluruh hadirin yang memenuhi ruangan merupakan anggota baru di PEU MUI Jatim.

“Kami ini masih baru, saling menyamakan speed dan volume sekaligus mencari formula yang tepat untuk mencapai target yang diinginkan (terutama dalam tiga program prioritas yang sudah disusun, red),” tutur Wakil Ketua PEU MUI Jatim Gus Hamid melanjutkan penjelasan dari Gus Shodiq.

Ada juga sosok Fathin Fadhilah Hasib yang merupakan sekretaris PEU MUI Jatim yang menanggapi beragam latar belakang dari anggota baru dan banyak ide segar dari para hadirin yang dapat dipakai untuk pengembangan UMKM juncto perekonomian.

“Mulai dari keinginan mendirikan perusahaan yang menampung produk-produk UMKM, pendampingan produk lanjutan dan sertifikasi, mendirikan ruang pamer bersama, mendirikan gedung yang menjadi pusat bisnis bersama, dan lain-lainnya,” sebut Ning Fathin.

Sebagai informasi, dalam agenda pertemuan PEU MUI Jatim itu, semua aspirasi dan konsep-konsep yang berkaitan dengan pengembangan, penciptaan dan peningkatan perekonomian melalui UMKM ditampung dan dibahas mendalam, sebelum dieksekusi menjadi program-program lanjutan dari PEU MUI Jatim. Dan untuk tiga program yang bakal menjadi prioritas PEU MUI Jatim meliputi: peningkatan ekonomi pesantren, penciptaan usahawan baru berbasis UMKM, dan pendampingan dalam peningkatan kualitas produk serta memperkuat pasarnya. (Rangga Aji/ln)

 

 

  • Bagikan