Permudah Tes Psikologi saat Bikin SIM, Polda Jatim Ciptakan Aplikasi “Mentalku”

  • Bagikan
Tim pembuat aplikasi "Mentalku" sedang sosialisasi untuk mempermudah tes psikologi pembuatan atau perpanjangan SIM. (Foto: Polda Jatim/Tugu Jatim)
Tim pembuat aplikasi "Mentalku" sedang sosialisasi untuk mempermudah tes psikologi pembuatan atau perpanjangan SIM. (Foto: Polda Jatim/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Polda Jatim mempermudah tes psikologi secara online dalam pembuatan surat izin mengemudi (SIM) atau perpanjangan SIM dengan menggagas aplikasi menarik bernama “Mentalku”.

Aplikasi ini juga sudah tersedia di Google Play Store. Masyarakat dapat mengunduhnya secara gratis.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Dasar pembuatan aplikasi ‘Mentalku’ itu karena melihat banyaknya orang yang belum memahami betapa pentingnya memiliki mental yang sehat. Punya mental yang sehat sama pentingnya dengan memiliki kesehatan fisik,” tutur Chairman Aplikasi Mentalku Drs Habib Mohsein SA SH MSc Selasa (26/01/2021).

Selain itu, aplikasi tersebut memang sudah ditunggu banyak pihak sebagai salah satu program kerja di era digitalisasi. Sejalan dengan Pasal 36 dan 37 Perkab Kapolri Nomor 9 Tahun 2012.

“Ini memang sudah saya tunggu sebagai salah satu program digitalisasi. Dan menjadi persyaratan bagi para pendaftar yang baru maupun perpanjangan SIM, harus sehat jasmani dan rohani,” terang Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman pada Tugu Jatim di Surabaya.

Aplikasi “Mentalku” bisa diunduh secara gratis di Google Play Store dengan Android OS. Untuk tata cara penggunaan aplikasi “Mentalku” untuk tes psikologi pembuatan maupun perpanjangan SIM itu cukup mudah.

“Isi biodata, lengkap dengan foto KTP fan face recognition. Kemudian isi soal tes psikologi, lalu tunjukkan QR Code ke gerai yang Anda pilih. Aplikasi ‘Mentalku’ memiliki security system yang menjamin kerahasiaan data pengguna,” jelas Direktur Utama Aplikasi “Mentalku” Nugroho Tirto Sampurno.

Adanya aplikasi “Mentalku”, masyarakat Jawa Timur bisa melakukan tes uji psikologi SIM tanpa berkerumun di gerai layanan tes psikologi. Tujuannya untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19. (Rangga Aji/ln)

  • Bagikan