JEMBER, Tugujatim.id – Setelah Kepala Badan kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkap angka fertility rate Indonesia mengalami penurunan, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Jember cenderung stabil.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Hendro Soelistijono menyatakan, angka fertility rate menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk di Kabupaten Jember seimbang.
“Untuk Jember angka dari fertility rate-nya sudah stabil di Jember 2,03. Artinya memang bahwa pertumbuhan penduduknya seimbang,” ujar Hendro Soelistijono saat ditemui Tugujatim.id di Gedung DPRD Jember, Selasa (02/07/2024).
Baca Juga: Bawaslu Tuban Temukan Indikasi Data Pemilih Siluman, Curigai Keberadaan 61 Orang
Dia juga menjelaskan angka reproduksi neto atau Net Reproductive Rate (NNR) sebesar 1. Hal tersebut berarti bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan untuk melahirkan satu bayi perempuan.
“Memang NNR-nya adalah satu, itu artinya bahwa setiap wanita di Jember itu mempunyai kesempatan untuk melahirkan anak perempuan satu, bukan mewajibkan anak lahir perempuan, tapi dengan NNR satu itu berpotensi bahwa setiap ibu akan melahirkan bayi perempuan satu,” jelas Hendro Soelistijono.
Dia menegaskan, pihaknya akan berupaya mempertahankan fertility rate untuk menjaga pertumbuhan penduduk.
“Rencana ke depan kami tetap pertahankan fertility-fertility rate-nya di angka 2 atau 2,1,” kata Hendro Soelistijono.
Menurut dia, jika fertility rate lebih rendah dari dua mengakibatkan adanya penurunan terhadap pertumbuhan penduduk.
Baca Juga: Eco Enzyme, Si Cairan Ajaib dari Sampah Organik Pengusir Hama: Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!
“Kalau sampai di bawah itu, pasti pertumbuhan penduduk akan turun, ini yang berbahaya pada tentang ketimpangan jumlah penduduk,” katanya.
Begitu pula sebaliknya, jika fertility rate di atas dua maka akan terjadi membeludaknya pertumbuhan penduduk.
“Saat ini memang kami sedang berupaya untuk menstabilkan fertility rate-nya itu tetap di 2 atau NNR-nya tetap satu sehingga insyaa Allah akan terjaga keseimbangan penduduk,” tegas Hendro Soelistijono.
Sebelumnya, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengungkap, fertility rate di Indonesia mengalami penurunan. Angka penurunan terjadi secara progresif, mencapai angka ideal 2,18 dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
BKKBN RI juga menargetkan, setidaknya satu perempuan rata-rata dapat melahirkan satu anak perempuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








