JEMBER, Tugujatim.id – Momen pelepasan puluhan peserta gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional 2025 (Tajemtra 2025), Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) memberikan pesan agar para pejalan kaki tidak meninggalkan shalat.
Mengingat panjangnya rute berpuluh-puluh kilometer yang harus dilalui peserta Tajemtra 2025, pesan itu terlontar bukan tanpa maksud. Melainkan agar peserta tetap menjaga ibadah di tengah kegiatan yang membutuhkan waktu berjam-jam tersebut.
Event tahunan Tajemtra merupakan warisan budaya olahraga di Kabupaten Jember yang kali ini memasuki tahun ke-48. Kompetisi pedestrian ini menantang para peserta menempuh jarak 30 kilometer dalam satu hari penuh.
Antusiasme masyarakat terhadap event tahunan ini semakin meningkat setiap tahunnya. Bupati Jember, Muhammad Fawait terus berkomitmen agar menjadikan Tajemtra lebih baik setiap tahunnya.
“Partisipasi tahun ini mencapai lebih dari 15 ribu orang, jauh melampaui ekspektasi kami. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan spektakel yang lebih megah pada edisi mendatang,” ungkap pemimpin daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu pada Sabtu (23/8/2025).
Yang menarik perhatian adalah nasihat bernuansa religius disampaikan Gus Fawait kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya untuk tetap menjaga ibadah saat berkegiatan.
“Ketika adzan berkumandang, prioritaskan ibadah terlebih dahulu. Tersedia banyak musholla dan masjid sepanjang rute perjalanan, jadi jangan sampai hanya fokus pada aktivitas fisik saja,” tegas Gus Fawait.
Setidaknya, mengacu pada data resmi menunjukkan bahwa 15.171 peserta telah mendaftarkan diri dalam gelaran tahun ini. Angka tersebut mencerminkan popularitas event yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
BACA JUGA: Gerak Jalan Tajemtra 2025: Berikut Rute Alternatif Jalur Kendaraan di Jember Berubah Mulai Sabtu Pagi
Kompetisi ini mengakomodasi berbagai kategori peserta, mulai dari individu hingga kelompok dengan dress code yang fleksibel. Format ini memungkinkan partisipasi maksimal dari berbagai kalangan masyarakat dan pelajar.
Lebih dari sekadar ajang olahraga, Tajemtra telah berkembang menjadi ikon pariwisata Jember yang memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Event ini berhasil menggerakkan sektor informal dan UMKM di sepanjang jalur kompetisi.
“Ini adalah upaya untuk meningkatkan pariwisata dan penggerakan ekonomi kerakyatan terutama ekonomi informal yaitu adalah UMKM dan para PKL-PKL sepanjang jalan ini (sepanjang Tanggul-Jember, Red),” tutup Gus Fawait.
Perpaduan antara semangat sportivitas dan nilai-nilai kearifan lokal menjadikan Tajemtra sebagai model event yang menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan potensi serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








