MALANG, Tugujatim.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menggugah para mahasiswa agar siap menghadapi dunia nyata dengan keberanian, mimpi besar dan semangat pengabdian, begitupun bagi para mahasiswa asal NTB yang menuntut ilmu di Malang. Ia membuka diri seluas-luasnya bagi yang ingin mengabdi dan membangun Provinsi NTB.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan orasi ilmiah dalam prosesi wisuda UMM Ke-118, di Dome UMM, Selasa (17/5/2025).
“Saya tidak ingin meminta apa-apa dari para alumni UMM asal NTB. Justru saya ingin tahu, apa yang bisa kami bantu agar kalian bisa memberikan pengabdian terbaik. NTB milik kita semua, dan saya siap fasilitasi,” ungkap Lalu Muhammad Iqbal di Dome UMM, Selasa (17/5/2025).
Lalu Muhamad Iqbal yang mantan diplomat mengajak wisudawan untuk segera menyadari bahwa dunia luar kampus menuntut ketangguhan dan keberanian mengambil risiko. Ia menyebut kegagalan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses menuju keberhasilan.
“Jangan takut salah, jangan takut gagal. Hari ini kalian belum membawa siapa-siapa, maka gagal pun tidak akan merugikan banyak orang. Tapi saat kalian jadi pemimpin, satu kesalahan bisa berdampak besar,” ujarnya.
Kata Lalu, tantangan hidup tidak akan pernah berhenti, dan satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan terus belajar dan tidak malu memulai dari bawah. Lebih jauh, ia menyampaikan pentingnya membangun mimpi besar dan mengambil keputusan-keputusan penting meski berisiko. Ia mengibaratkan hidup sebagai samudera yang penuh badai, namun dengan niat dan arah yang benar, siapapun bisa mencapai pelabuhan impian mereka.
“Pelaut hebat tidak lahir dari pantai yang tenang, tetapi dari laut lepas yang penuh gelombang. Siapkan perahu yang kuat dan arahkan layar ke tujuan yang tepat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan harapannya agar kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi pusat penyelesaian persoalan masyarakat. Ia menyebut UMM sebagai kampus yang mampu menjadi solution provider bagi daerah dan bangsa.
“Ke depan, keberhasilan kampus diukur bukan dari berapa banyak wisudawan, tetapi sejauh mana solusi yang dihasilkan untuk persoalan nyata di masyarakat. Pemerintah NTB siap bekerja sama dengan kampus untuk menyelesaikan problem riil,” tambahnya.
BACA JUGA: Berbagi Daging Kurban ‘Green and Halal’ Pertimbangkan Aspek Kebersihan dan Lingkungan
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menyampaikan komitmen kampus untuk tidak sekadar menjadi institusi akademik, tetapi menjadi kekuatan transformasi sosial. Ia menyatakan bahwa UMM tengah bergerak menuju peran sebagai Scientech Living Organism—kampus yang hidup dan berdampak dalam ekosistem masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya mencetak lulusan, tapi membentuk karakter, kemampuan memecahkan masalah, dan semangat membangun negeri,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik ajakan Gubernur NTB untuk membangun kerja sama riset yang berdampak, sekaligus berterima kasih kepada orang tua mahasiswa atas kepercayaan yang diberikan kepada UMM. “Kami siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dan nasional, demi menciptakan kemaslahatan yang lebih luas,” tutupnya.
UMM sendiri memiliki mahasiswa asal dari berbagai daerah, termasuk para anak muda yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan mahasiswa asal NTB yang bergerak di berbagai bidang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








