PASURUAN, Tugujatim.id – Pisang Cavendish merupakan salah satu jenis pisang yang populer saat ini. Saking populernya, seorang petani pisang cavendish asal Kabupaten Pasuruan bahkan bisa meraup omzet hingga ratusan juta.
Muhammad Sidiq (32), seorang petani asal Dusun Lodo, Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan sudah merasakan nikmatnya keuntungan dari budidaya pisang cavendish.
Dalam satu bulan, dia bahkan bisa menembus omzet hingga senilai Rp 100 juta. Sejak 2015, Sidiq menekuni budidaya pisang cavendish karena tertarik melihat permintaan pasar yang tinggi. Secara otodidak dia belajar cara menanam pisang cavendish dari internet serta bertanya langsung ke petani lain yang sudah sukses.
“Kelebihan pisang cavendish adalah pasarnya yang tidak hanya lokalan saja. Tapi bisa dijual sampai ke pasar modern. Itu yang bikin saya tertarik menanam pisan cavendish,” ujarnya.
Meskipun pandemi, permintaan pasar pisang cavendish tetap tinggi. Lewat brand “Aca Banana”, Sidiq mampu menjual pisang ini hingga ke luar kota. Mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Batu, Sidoarjo, hingga Probolinggo dan kota besar lain di Jawa Timur.
“Alhamdulillah penjualannya sudah keliling Jawa Timur. Semoga makin banyak yang kenal pisang cavendish Aca Banana,” imbuhnya.
Menurutnya, kunci sukses budidaya pisang cavendish adalah menjaga kualitas kulit pisang agar benar-benar mulus. Pembeli cenderung memilih pisang yang mulus daripada yang punya bintik atau ada garis sekatan di kulitnya.
“Kalau rasa nanti bakal ikut, yang penting pisangnya mulus dulu, besar, dan mengkilat. Baru pembeli tertarik,” ungkapnya.
Untuk menjaga agar kulit pisang cavendish selalu mulus, pisang yang sudah lebat langsung dibungkus plastik hingga tertutup. Pembungkusan ini bertujuan agar tidak ada hewan liar yang merusak kulit pisang.
“Dibungkus kalau buahnya sudah lebat. Tidak usah nunggu besar, yang penting lebat segera dibungkus,” ujarnya.
Selain itu pohon pisang cavendish juga harus dipupuk dan disemprot cairan anti hama. Karena buah pisang tersebut beraroma harum dan mengundang hama kupu-kupu untuk datang. Ulat dari telur kupu-kupu tersebut berpotensi merusak kulit pisang dan menurunkan harga jual.
“Sama seperti merawat tubuh kita sendiri. Harus terpenuhi makan dan minumnya. Tanaman pisang juga harus sehat dan bersih agar terhindar dari penyakit,” pungkasnya.







