• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Elizabeth Michelle Heryawan saat bermain piano. (Foto: Instagram Elizabeth Michelle Heryawan) tugu jatim

Elizabeth Michelle Heryawan saat bermain piano. (Foto: Instagram Elizabeth Michelle Heryawan)

Pianis Termuda Asal Surabaya Raih Prestasi Dunia Meski di Tengah Pandemi

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Terpaan pandemi COVID-19 tidak membuat bakat dan minat pemuda surut. Contoh nyata itu dialami oleh Elizabeth Michelle Heryawan. Meski baru menginjak usia 19 tahun, namun prestasi tingkat dunia pun telah diraihnya.

Ya, perempuan asli Surabaya, Jawa Timur ini berhasil meraih prestasi tingkat dunia dalam Charleston Internasional Music Competition di Amerika Serikat dan Tomplay Special Prize London Yaoung Musician International d Inggris. Dalam kategori Master tersebut, Elizabeth menyabet Juara 1.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

“Saya bersyukur selama tahun 2020 (yang sempat memenangkan berbagai prestasi, red) kembali bisa meraih berbagai kompetisi dunia (menambah deretan prestasi yang pernah diperolehnya, red), sekarang juga menunggu hasil kompetisi di tahun 2021,” tutur Elizabeth di Surabaya, Selasa (26/01/2021).

Menjadi kebanggan tersendiri, Elizabeth pernah berprestasi di ajang paling bergengsi di dunia pianis yaitu kompetisi Charleston International Music Competition di Amerika Serikat dan Tomplay Special Prize London Young Musician International di Inggris.

Elizabeth Michelle Heryawan, pianis termuda asal Surabaya yang meraih prestasi dunia. (Foto: Instagram/Elizabeth Michelle Heryawan) tugu jatim
Elizabeth Michelle Heryawan, pianis termuda asal Surabaya yang meraih prestasi dunia. (Foto: Instagram/Elizabeth Michelle Heryawan)

Dua kompetisi bergengsi itu diselenggarakan dalam bentuk virtual akibat pandemi COVID-19 yang belum kunjung membaik. Elizabeth harus bersaing dengan banyak pianis hebat dari Eropa, seperti Amerika Serikat. Ada juga beberapa kompetitor Elizabeth yang berasal dari negara-negra Asia.

“Kompetisi tersebut amat bergengsi, selalu diikuti oleh para pianis muda di dunia. Saya bersyukur bisa meraih juara dan menyisihkan pianis Amerika Serikat yang meraih juara dua dan tiga,” jelas perempuan kelahiran 17 April 2001 tersebut.

Lagu berjudul ‘Sedap Malam’ dipakai Elizabeth dalam kompetisi bergengsi itu. Musik yang dipakai oleh pianis muda tersebut dipadukan dengan nuansa Jawa Timur. Sehingga ada aroma-aroma nada yang masuk dalam jenis musik jawa, bagai irama-irama dari gamelan.

“Saya sengaja menampilkan musik Jawa dalam karya saya, sehingga mirip seperti irama gamelan. Saya mengikuti kompetisi tersebut pada Oktober 2020 dan hasilnya baru diketahui (akhir-akhir in, red),” jelas Elizabeth yang mengenakan baju hitam tersebut.

Bakat menjadi pianis memang sudah dimiliki Elizabeth sejak masih kecil. Tidak heran, kemampuan berpianonya begitu ciamik dan menawan. Namun tetap, semua proses memang dilahirkan dari latihan dan kerja keras Elizabeth sehingga bisa menjadi Master seperti saat ini.

“Sejak masih TK (Taman Kanak-Kanak, red) sudah senang main piano, tapi masih dianggap main-main. Suka piano itu karena bentuk dan suaranya unik,” pungkas Elizabeth ketika diwawancara oleh pewarta di Surabaya.

Sebagai informasi, Elizabeth sempat meraih Fellowship of The London College of Music (FLCM) dari University of West London di Inggris. Untuk gelar FLCM yang diraih Elizabeth, merupakan gelar tertinggi setara Magister (S2) dalam bidang musik piano. Selain pianis termuda di Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia, Elizabeth juga merupakan satu-satunya orang Indonesia yang lulus dari University of West London. (Rangga Aji/gg)

Tags: Kota SurabayamusikmusisipianispianoSurabaya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Sesi konferensi pers kasus pencurian kayu atau illegal logging di Polres Bojoneogoro, Selasa (26/1/2021). (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Curi Kayu Milik Perhutani, Warga Madiun Diamankan Polres Bojonegoro

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID