• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
PMII Tuban.

PMII Tuban demo di pintu gerbang pemkab dan dibacakan doa bersama sembari tabur bunga saat demo Selasa (23/07/2024). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

PMII Tuban Geruduk Kantor Bupati, Anggap Telantarkan Kesehatan Rakyat Miskin

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban kembali turun ke jalan, Selasa (23/07/2024). Mereka menggeruduk kantor bupati dengan membawa selebaran dan poster yang berisi sejumlah kecamanan dan tuntutan pemerintah kabupaten agar memperbaiki layanan kesehatan.

Mereka menganggap kinerja Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky gagal dalam memberikan layanan kesehatan rakyat miskin, bahkan terkesan ditelantarkan. Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menampilkan treatrikal boneka bayi yang dibungkus kain kafan dan digantungkan di pintu gerbang Pemkab Tuban dan dibacakan doa bersama sembari ditaburi bunga tabur.

You might also like

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM
Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

18/07/2026 5:00 PM
Demo PMII Tuban.
Aksi treatrikal boneka bayi yang dibungkus kain kafan dan digantungkan di pintu gerbang Pemkab Tuban dan dibacakan doa bersama sembari tabur bunga saat demo Selasa (23/07/2024). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Ketua Cabang PMII Tuban Ahmad Wafa Amrillah dalam orasinya mengatakan, dasar hukum jaminan kesehatan tertuang dalam Undang-Undang Tahun 1945 Pasal 28 H yang menyebutkan:

Pertama, setiap warga negara berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Kedua, setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

Ketiga, setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

“Ini dasar penting bagi pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk masyarakat. Apalagi memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin,” terangnya.

Aksi PMII Tuban.
Puluhan mahasiswa PMII Tuban menggeruduk kantor Pemkab Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Aktivis dari Kampus IAINU Tuban itu menuturkan, beberapa fenomena yang belakangan terakhir terjadi yakni seorang pasien dari keluarga tidak mampu yang kesulitan mendapat jaminan kesehatan di RSUD Tuban hingga akhirnya meninggal dunia.

“Hanya gara-gara alasan regulasi surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pemerintah desa yang dianggap sudah tidak berlaku oleh dinas terkait,” teriaknya.

Kemudian berlanjut kasus seorang ibu miskin yang tidak bisa membayar biaya persalinan di RSUD yang lagi-lagi hanya karena dalih regulasi karena nama pasien tidak masuk dalam data terpadu kesejaheraan sosial (DTKS). Jadi, dinas sosial tidak bisa memberikan jaminan sosial kepada pasien.

Karena tidak mampu merawat si bayi, si ibu akhirnya merelakan bayinya diadopsi orang lain. Dan masih banyak kasus lain yang hanya karena dalih regulasi, pemerintah daerah tidak mampu memberikan jaminan sosial kepada masyarakat miskin,” ucapnya.

Berangkat dari rentetan kasus di atas, hal ini patut menjadi atensi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, bahwa masih banyak pejabat di lingkup pemkab yang begitu kolot dan nirinovasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga tidak mampu mencari solusi atas kesusahan yang dihadapi rakyat.

Karena itu, PC PMII Tuban mendesak Pemkab Tuban dengan beberapa tuntutan, di antaranya bupati segera mengevaluasi dan menindak tegas pejabat yang nirinovasi dan nirempati kepada masyarakat miskin, serta tidak mampu memberikan jaminan sosial kepada masyarakat miskin.

“Di antaranya dinas sosial, dinas kesehatan, dan RSUD Tuban,” ujarnya.

Selanjutnya, mendesak kepada Pemkab Tuban untuk mendata ulang terkait penerima manfaat bantuan sosial agar tepat sasaran dan tidak ada lagi masyarakat miskin yang kesulitan mendapat jaminan sosial.

“Begitu pula mengecam pejabat kepala dinas yang tidak mampu merealisasikan tugas dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat, termasuk kebijakan yang menyangkut kemanusiaan harus menjadi prioritas,” terangnya.

Selain itu, juga memastikan tidak ada lagi masyarakat miskin yang kesulitan mendapat jaminan sosial dan kesehatan.

“Pembangunan infrastruktur digaungkan, kesejahteraan dinomorduakan,” tutupnya.

Aksi demo PMII Tuban.
Suasana demo mahasiswa PMII Tuban menggeruduk kantor Pemkab Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Tuban Esti Surahmi menampik terkait informasi yang disampaikan PMII Tuban. Dia menuturkan, ibu dan dan bayi yang tidak sanggup membayar persalinan sudah diatasi oleh Pemkab Tuban.

“Kayak itu teman-teman mahasiswa hanya melihat di berita langsung bergerak. Maka seharusnya kan perlu ada klarifikasi,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban dr Masyhudi menuturkan, tidak penelantaran pada pasien karena masalah pembiayaan. Dia menyebutkan, kalau pihak ibunya yang memang ingin bayi diadopsi oleh orang lain sejak dari awal.

“Memang bayi itu tidak dikehendaki tapi tidak tahu. Alhamdulillah dari keluarga besar RSUD ada yang ingin mengadopsi. Sedangkan biaya sebenarnya sudah ditanggung pemerintah tidak ada masalah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniBupati Tuban Aditya Halindra FaridzkyDemo PMII TubanKabupaten Tuban hari ini
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Lapor Cak Eri.

Lapor Cak Eri Terima 9.217 Aduan Warga, Masalah Parkir Jadi Keluhan Terbanyak

by Dwi Linda
18/07/2026 2:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sejak diluncurkan pada pada 11 Mei 2026 lalu, antusiasme warga yang memanfaatkan hotline “Lapor Cak Eri” semakin...

Next Post
Pembunuhan IRT.

Tersangka Pembunuhan IRT Peragakan 45 Adegan Sadis di Pakis, Terungkap Pelaku dan Korban Sempat Makan dan Salat Bersama

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID