News  

PMK Terus Melaju, Vaksinasi Hewan Ternak di Pasuruan Dikebut

Vaksinasi pencegahan PMK pada Kamis (30/06/2022) di Dusun Putuk, Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Vaksinasi pencegahan PMK pada Kamis (30/06/2022) di Dusun Putuk, Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Bayu Putra Pradana)

Tugujatim.id – Menyikapi virus PMK yang semakin menyebar, Balai Penyuluhan Pertanian Purwodadi Pasuruan memacu percepatan vaksinasi untuk hewan ternak. Vaksinasi dilakukan di beberapa desa di Kecamatan Purwodadi, Pasuruan mulai dari 26 Juni sampai 6 Juli 2022 mendatang. Vaksinasi ini ditujukan bagi masyarakat yang namanya tidak terdaftar sebagai anggota KUD Purwodadi.

Menurut Iksan, salah satu anggota Pendamping Penyuluh Pertanian wilayah Purwodadi, saat ini akan dilakukan vaksinasi untuk lebih dari 60 ekor hewan ternak. Namun, fokus utama vaksinasi kali ini adalah untuk sapi. Hal tersebut dikarenakan di Kecamatan Purwodadi masih belum ada kambing yang terindikasi terjangkit PMK.

“Sampai saat ini masih sapi, karena untuk kambing belum nampak gejala. Jadi, masih fokus pada sapi yang gejalanya parah,” jelasnya.

Sementara itu, pemberian vaksin di Kabupaten Pasuruan akan terus dikebut mengingat wilayah ini merupakan salah satu sentra peternakan di Jawa Timur. Proses vaksinasi itu sendiri dilakukan secara bertahap karena kurangnya tenaga yang tersedia untuk saat ini.

Program tersebut masih akan terus berjalan sesuai dengan perkembangan jumlah kasus PMK yang ditemukan di masyarakat. Sejauh ini masih ada jumlah pasti mengenai hewan ternak yang terjangkit virus PMK. Hal ini dikarenakan data yang terus berubah lantaran adanya tambahan hewan yang terjangkit dan juga sembuh.

Saat ditanya tentang persentase kesembuhan hewan ternak yang terjangkit PMK, Iksan menjelaskan bahwa tingkat kesembuhan hewan itu tergantung dari daya tahan tubuhnya. Sedangkan penyakit ini dapat menyerang hewan ternak secara merata tanpa memandang usia hewan.

“Hampir merata. Semua hewan berkuku genap mulai dari sapi, kambing, domba, kerbau, babi… Itu semua bisa kena,” tambahnya.

Masyarakat dan peternak sebenarnya sudah memiliki kesadaran diri akan adanya PMK yang dapat menyerang hewan ternak mereka. Selain keterbatasan tenaga yang menyebabkan proses vaksinasi kurang cepat, tak sedikit masyarakat enggan melapor sehingga penanganan menjadi kurang maksimal.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim