MOJOKERTO, Tugujatim.id – Gerak-gerik penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terus dipantau. Tidak hanya itu, bayang-bayang sanksi berat menanti bila para penyandang PMKS di Mojokerto masih nekat beraksi selama bulan suci Ramadan tahun ini.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Mojokerto Mahendra menjelaskan bahwa patroli pengendalian PMKS kian meningkat selama Ramadan. Pasalnya, baik pengamen maupun pengemis kerap memanfaatkan datangnya bulan puasa untuk beraksi. Selain itu, patroli ini digencarkan guna mencegah lonjakan PMKS yang berasal dari luar Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Satpol PP Mojokerto Temukan PMKS Bandel yang Beroperasi, Petugas Masih Beri Peringatan
“Salah satu upaya kami untuk mengurangi timbulnya gangguan-gangguan terhadap ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum,’’ tutur Mahendra, Jumat (14/03/2025).
Pengawasan yang ditingkatkan ini, dia menambahkan, berlangsung sembari melibatkan jajaran di berbagai tingkatan. Terutama, jajaran di tingkat kecamatan yang masuk kategori rawan PMKS.
Tidak hanya meresahkan masyarakat, keberadaan PMKS di Mojokerto ini juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Mojokerto Nomor 2 Tahun 2013 terkait Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.
Hukuman Berat Menanti PMKS
Guna memberikan efek jera, satpol PP bakal menjatuhkan hukuman berat bagi penyandang PMKS di Mojokerto yang kerap nekat beraksi pada bulan Ramadan ini. Seperti, dilimpahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto untuk menjalani pembinaan-pembinaan.
“Kami akan sita peralatan yang digunakan, dari pengemis ataupun pengamen itu. Mulai speaker, gitar, atau kostum cosplay. Hal itu agar bisa memberikan efek jera, sebab mayoritas PMKS malah berasal dari luar Mojokerto,’’ ujarnya.
Saat melangsungkan giat patroli sebelumnya, satpol PP mendapati puluhan PMKS di wilayah Kabupaten Mojokerto masih beraksi. Saat patroli, penyandang PMKS tersebut didata dan mendapat peringatan agar tidak beraksi di Mojokerto.
“Setelah serangkaian patroli berlangsung, sejauh ini tren PMKS cenderung menurun. Seperti tadi kami lakukan patroli beberapa hari di wilayah Pungging, Mojosari, Sooko, dan Puri. Hasilnya nihil temuan,’’ ungkap Mahendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati







