• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pola hidup vegan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi sapi. (Foto: Pexels)

Pola Hidup Vegan Tekan Efek Gas Rumah Kaca hingga 52 Persen pada 2050

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Pola hidup vegan merupakan salah satu pola makan yang bebas dari daging dan produk olahan hewani dan hanya mengandalkan produk nabati (tumbuhan). Beberapa penelitian menunjukkan selain untuk alasan kesehatan, gaya hidup vegan juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) melaporkan bahwa pertanian dan penggunaan lahan menjadi penyebab utama ketiga emisi gas rumah kaca, setelah sektor energi serta industri dan bertanggung jawab atas 13 persen karbon dioksida, 44 persen metana, dan 82 persen nitro oksida antara 2007 dan 2016.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Gas rumah kaca yang dihasilkan akan merangkap panas matahari dan mencegahnya dilepaskan ke luar angkasa yang dapat merusak atmosfer. Hal tersebut diperoleh dari deforestasi untuk lahan ternak, fermentasi enterik (proses pencernaan hewan ternak), hingga penggunaan pakan dan pupuk.

Data oleh Grain bersama Institut Kebijakan Pertanian dan Perdagangan menyebutkan bahwa lima produsen daging dan susu terbesar di dunia mengeluarkan lebih banyak gas rumah kaca gabungan daripada ExxonMobil, Shell, atau BP, sebagai perusahaan produksi minyak teratas.

Sebuah studi di 2021 menjelaskan lebih detail terkait persentase dari hasil produk ternak. Ditemukan sekitar 57 persen emisi gas rumah kaca global berasal dari daging dan produk susu, sementara makanan yang berasal dari produk nabati hanya di angka 29 persen.

Mengutip dari IFLScience, Pete Smith, Profesor Tanah dan Perubahan Global di Universitas Aberdeen dan Direktur Sains dari Scotland’s ClimateXChange, memaparkan penjelasan terkait alasan mengapa makanan hewani (daging hewan ternak dan susu) tidak lebih baik dari produk nabati.

“Makanan nabati memiliki dampak 10-100 kali lebih rendah daripada daging ruminansia (domba, sapi, kambing, dll) pada iklim, energi, polusi air, polusi udara, penggunaan lahan, dan penggunaan air tawar,” terangnya.

Dia mengatakan bahwa tentunya mengubah kebiasaan yang ada memang membutuhkan waktu, tapi setidaknya orang-orang dapat membuat perbandingan dengan mencoba menerapkan pola hidup vegan dengan mengurangi konsumsi produk hewani.

“Tidak semua orang perlu menjadi vegan untuk membuat perbedaan. Setiap orang dapat mengurangi konsumsi daging dan susu mereka sedikit untuk membuat perbedaan ukuran porsi yang lebih kecil, lebih banyak makanan bebas daging,” jelasnya.

Membiasakan diri mengonsumsi produk nabati secara tidak langsung akan berkontribusi dalam mencegah pemanasan global. Studi oleh Nature di 2018 menunjukkan bahwa pergeseran pola hidup vegan memprediksi emisi yang dihasilkan bumi diproyeksikan 52 persen lebih rendah pada 2050.

Tags: Akibat pemanasan globalArtikel kesehatanEfek Gas Rumah KacaGaya hidup veganKematian akibat pemanasan globalPemanasan global adalahPenelitian pola hidup veganPola hidup vegan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Menpora Amali. (Foto: dok PWI/Tugu Jatim)

Menpora Amali Ajak PWI Se-Indonesia Cetak dan Tingkatkan Prestasi Olahraga melalui Implementasi DBON

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID