News  

Polemik Revitalisasi Pasar Besar Kota Batu, DPRD Kota Batu: Tak Ada Relokasi Tanpa DIPA

Pasar Besar Kota Batu yang rencananya bakal direvitalisasi dengan memakan anggaran hingga Rp 200 miliar. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Pasar Besar Kota Batu yang rencananya bakal direvitalisasi dengan memakan anggaran hingga Rp 200 miliar. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Batu yang digadang-gadang memakan anggaran Rp 200 miliar itu akan segera direalisasikan. Namun, belum adanya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) membuat DPRD Kota Batu mempertanyakan hal tersebut.

“Anggaran relokasi pedagang sudah dianggarkan sebesar Rp 3 miliar. Namun kami tidak menyetujui jika belum ada bukti fisik seperti DIPA,” ujar anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Machmud, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, Pemkot Batu harus segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait revitalisasi Pasar Besar Kota Batu. Hal itu harus dilakukan lantaran program tersebut merupakan program prioritas.

Sementara belum adanya DIPA membuatnya enggan memberikan rekomendasi untuk terus melanjutkan rencana revitalisasi. Di mana revitalisasi itu akan merelokasi sekitar 3.200 pedagang.

“Kejadian sebelumnya, Wali Kota Batu turun sendiri untuk sosialisasi pembangunan Pasar Besar. Jangan sampai pedagang ini kembali dibuat jengah akan ketidakpastian yang ada,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menuturkan, pembahasan terakhir pada Maret lalu masih ada yang perlu penyesuaian terkait dokumen pelaksanaan teknis revitalisasi.

Dokumen tersebut di antaranya, penyesuaian pembahasan mekanikal dan elektrikal dalam bangunan. Seperti pekerjaan instalasi listrik, instalasi pemadam kebakaran, AC, lift, genset, eskalator, pompa dan perpipaan sanitasi.

“Kemudian yang terpenting lagi, sebaiknya DED yang bolak balik direvisi. Pusat meminta sekiranya merasa kesulitan konsultan dan DPKPP Kota Batu bisa ke pusat agar bisa segera diselesaikan. Intinya pro aktif tidak hanya lewat daring,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Eko Suhartono menyampaikan, diperkirakan DIPA akan turun pada akhir April 2021 jika tidak ada kendala.

“Itu sudah lama kami kaji, kalau tidak ada DIPA tentu pedagang tidak direlokasi. Tapi kami juga memastikan kalau pasar ini jelas akan dibangun,” ujarnya usai hearing bersama DPRD Kota Batu.