• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
SMPN 29 Kota Malang.

Ilustrasi siswi SMP. (Foto: dok. e-learning Universitas Sari Mulia)

Polemik Mahalnya Beli Seragam Sekolah, Ini Klarifikasi Kepala SMPN 29 Kota Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 29 Kota Malang tengah menjadi sorotan publik setelah muncul protes dari salah satu wali murid yang merasa keberatan terkait mahalnya seragam sekolah yang harus dibeli. Grup Whatsapp calon wali murid SMPN 29 Kota Malang ini bahkan dibatasi oleh admin agar tidak banyak komentar dari anggota, utamanya wali murid.

Kepala SMPN 29 Kota Malang Suwaiba saat ditemui Tugu Jatim tidak mau berkata banyak dan diduga berkilah soal protes dari salah seorang wali murid itu. Suwaiba bahkan tidak mau mendetailkan terkait harga seragam yang diajukan oleh pihak sekolah kepada awak media.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Dari bukti yang diterima dari salah satu keluarga wali murid SMPN 29 Kota Malang, pihak sekolah memberikan harga untuk ukuran standar yakni Rp1.250.000 dan ukuran jumbo Rp1.325.000.

Dari harga tersebut, setiap siswa nanti akan mendapatkan empat stel seragam. Rinciannya, tiga seragam jenis Pramuka, biru-putih, dan batik dalam bentuk kain, dan satu seragam jenis olahraga dalam bentuk sudah jadi.

Selain itu, ada tambahan khususnya bagi siswa perempuan, yakni diminta membeli tiga jilbab jenis biru-putih dan Pramuka dengan harga Rp75 ribu.

“Kroscek saja,” kata Suwaiba singkat pada Jumat (28/07/2023).

Suwaiba berdalih jika pihaknya tidak pernah meminta kewajiban wali murid untuk membeli seragam di sekolah, kecuali seragam kebesaran, seperti batik dan olahraga.

“Enggak (wajib beli di sekolah). Yang beda kan batik sama olahraga, karena memang tidak sama. Sementara lainnya sesuai instruksi Bapak Kadin (Kepala Dinas),” ungkapnya.

Untuk harga yang ditawarkan oleh pihak sekolah, Suwaiba berkilah bahwa hal itu sepadan dengan barang yang ada. Sebab, kualitas kain yang ditawarkan oleh pihak sekolahnya cukup bagus dan berbeda dengan lainnya.

Bahkan, dia mengaku banyak wali murid yang mau membeli seragam di sekolah setelah melihat jenis kain dengan kualitasnya bagus.

“Setelah mereka melihat kainnya beda, banyak yang beli. Kalau mau beli di toko, ya silakan,” katanya.

Suwaiba juga mengklaim bahwa pihaknya telah banyak membantu beberapa wali murid yang tidak mampu membeli seragam sekolah. Setidaknya, ada 10 wali murid yang dibantu oleh pihak sekolah.

“Mereka yang memang tidak mampu, kami beri semuanya seragam lengkap. Mereka membayar sesuai kemampuannya,” tuturnya.

Dia juga menepis kabar terkait permintaan pencicilan pembelian seragam dengan DP 50 persen tersebut dari pihak sekolah. Permintaan cicilan DP 50 persen itu juga dari pihak wali murid dan bukan ketentuan dari pihak sekolah.

“Mereka sendiri yang minta. Bukan ketentuan kami,” imbuhnya.

Terpisah, salah satu keluarga wali murid bernama Fahzah, 28, saat dikonfirmasi mengatakan, pembelian seragam di sekolah memang diwajibkan membeli di sekolah dan tidak diperbolehkan di luar sekolah.

“Iya diwajibkan (membeli seragam di sekolah). Ketika banyak yang protes, grup ditutup dan disarankan bertemu Ibu kepsek (kepala sekolah),” katanya.

Writer: Yona Arianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniHarga seragam sekolahKasus seragam sekolah di Kota MalangKota Malang hari iniPolemik harga mahal seragam sekolahPolemik seragam sekolahSeragam SMPN 29 Kota Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Mission Impossible Dead Reckoning Part One.

Sinopsis Film Mission Impossible Dead Reckoning Part One, Aksi Tom Cruise Berantas Musuh dari Bayang Masa Lalu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID