Polisi di Malang Klaim Pemadaman Lampu PJU Efektif Turunkan Mobilitas Warga - Tugujatim.id

Polisi di Malang Klaim Pemadaman Lampu PJU Efektif Turunkan Mobilitas Warga

  • Bagikan
Wakasatlantas Polresta Malang Kota, Suwarno membeberkan bahwa pemadaman lampu PJU di Kota Malang efektif turunkan mobilitas warga. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Wakasatlantas Polresta Malang Kota, Suwarno membeberkan bahwa pemadaman lampu PJU di Kota Malang efektif turunkan mobilitas warga. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Polisi klaim pemadaman lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Malang yang sempat menjadi bahan pergunjingan netizen disebut cukup efektif menurunkan mobilitas warga selama PPKM Level 4 ini. Wakasatlantas Polresta Malang Kota, Suwarno, mengatakan bahwa saat ini mobilitas kendaraan di wilayah Kota Malang sudah sangat berkurang.

“Dengan adanya PJU dimatikan itu menjadi salah satu upaya hingga adanya penurunan mobilitas kendaraan di wilayah kota malang ini. Dengan adanya pemadaman ini juga berpengaruh,” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (04/08/2021).

Oleh karena itu, strategi pemadaman lampu PJU ini akan dilanjutkan selama perpanjangan PPKM Level 4 sampai 9 Agustus 2021 nanti.

“Pemadaman mulai dari Suhat (Jalan Sukarno Hatta, red), Stasiun Kota Baru, Kacuk Barat, Gadang, Landungsari, underpass Karanglo dan exit tol Madyopuro,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya penyekatan di beberapa perbatasan Kota Malang juga dinilai efektif menurunkan mobilitas warga.

“Setiap hari kita laksanakan (penyekatan), sekarang kita mulai jam 21.00 WIB ya. Sementara di Kacuk sampai jam 23.30 WIB. Kita lihat situasi dan waktu, kalau Malam Minggu kita perpanjang lagi. Namun kalau aktifitas sudah sepi, kita ada timing 23.30 WIB sudah selesai,” tuturnya.

Namun, ia menjelaskan jika penyekatan ini akan dilaksanakan secara fleksibel, pasalnya tidak semua akan disekat.

“Disitu ada pelayanan publik juga yang harus kita bantu seperti tenaga kesehatan, ambulans. Warga sekitar lokasi penutupan juga kita berikan kelonggaran dengan cara menunjukan KTP kalau memang warga situ,” ucapnya.

“Kemudian masyarakat yang membawa orang sakit juga kita berikan kelonggaran. Jadi, semua itu dan juga ojol (ojek online, red) kita beri kelonggaran,” pungkasnya.

  • Bagikan