PPKM Darurat, Masjid di Kota Bojonegoro Sementara Tak Gelar Salat Jumat

  • Bagikan
Masjid Al-Abidin yang terletak di kompleks Radio Malwopati Bojonegoro tak laksanakan salat Jumat selama PPKM Darurat. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Masjid Al-Abidin yang terletak di kompleks Radio Malwopati Bojonegoro tak laksanakan salat Jumat selama PPKM Darurat. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang telah ditetapkan pemerintah, membuat masjid yang ada di Bojonegoro membatasi jamaah dan memperketat protokol kesehatan (prokes). Bahkan, beberapa masjid di wilayah kota memilih tidak membuka untuk salat Jumat hingga waktu yang telah ditentukan.

Seperti pada Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro yang terletak di Jalan Teuku Umar No 48 B, Kadipaten, ini tidak melaksanakan salat Jumat pada 9-16 Juli 2021.

“Berdasarkan Surat Edaran (SE) Pimpinan Pusat Muhammadiyah No 05/EDR/1.0/E/2021 dan menindaklanjuti SE PPKM Darurat Bupati Bojonegoro serta memperhatikan pendapat anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Masjid Attaqwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro tidak mengadakan ibadah Salat Jumat pada 9-16 Juli 2021,” ujar Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Hukum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro Sholikin.

Dengan adanya peraturan tersebut, Sholikin meminta masyarakat memaklumi karena untuk kebaikan bersama dalam rangka mencegah penularan Covid-19 di Bojonegoro. Peniadaan salat ini juga diterapkan di Masjid Al-Abidin yang terletak di kompleks Radio Malwopati selama penerapan PPKM Darurat. Meski begitu, masih ada yang salat berjamaah, tapi mengikuti peraturan yang tertulis.

“Salat Jumat sementara ditiadakan. Karena ini masjid musafir, jadi tetap ada yang salat jamaah. Jamaahnya juga dibatasi hanya 5 orang saja,” ungkap takmir Masjid Al-Abidin Lasto.

Selain itu, selama PPKM Darurat, penerapan prokes juga diperketat dengan menambah hand sanitizer di setiap pintu masuk dan disemprot desinfektan, baik di luar maupun di dalam masjid.

Sementara itu, Masjid Agung Baitur Rohman Bojonegoro yang letaknya tepat di depan Alun-Alun Bojonegoro juga terlihat tak seperti sebelum adanya PPKM Darurat, spanduk bertuliskan penutupan masjid pada 3-20 Juli 2021 terpampang di depan pagar masuk Masjid Agung Baitur Rohman. Namun, masih terlihat beberapa orang memasuki masjid untuk ibadah.

Saat dikonfirmasi, salah satu takmir menyebut, Masjid Agung Baitur Rohman Bojonegoro masih digunakan untuk salat berjamaah dengan penerapan protokol dan pembatasan jamaah.

“Sama seperti biasanya dengan pembatasan, salat Jumat juga masih ada,” jelas takmir masjid yang tak mau disebutkan namanya itu.

  • Bagikan