Pondok Inspirasi Belajar dari Kisah Mohammad As’ad, “Anak Kampung” yang Kini Jadi Co-Founder DrilChem Australia

  • Bagikan
Co-founder DrilChem Australia Mohammad As’ad saat berbagi kisah inspiratifnya bersama 290 peserta Ruang Bincang Inspirasi (RBI) pada Sabtu (10/07/2021). (Foto: Mega Ainun/Tugu Jatim)
Co-founder DrilChem Australia Mohammad As’ad saat berbagi kisah inspiratifnya bersama 290 peserta Ruang Bincang Inspirasi (RBI) pada Sabtu (10/07/2021). (Foto: Mega Ainun)

JEMBER, Tugujatim.id – Pondok Inspirasi (Pondasi) kembali menggelar Ruang Bincang Inspirasi (RBI) yang ke-18 pada Sabtu (10/07/2021). RBI kali ini mengangkat tema “Membaca dan Belajar-Kunci dari Desa sampai Mendunia” dengan mendatangkan Co-founder DrilChem Australia Mohammad As’ad sebagai narasumbernya. Webinar yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting ini diikuti 290 peserta se-Indonesia.

Nah, karena temanya berbau unsur desa. Barangkali Anda sering mendengar sebutan “anak kampung” di dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, sebenarnya apa sih definisi anak kampung itu sendiri? Ya, anak kampung adalah seseorang yang berasal dari suatu desa. Istilah ini tentu sangat bertolak belakang dengan istilah perkotaan yang identik dengan semua fasilitas serba ada, sedangkan orang kampung dianggap selalu tertinggal dalam berbagai hal.

Namun, dalam webinar RBI #18 ini, Mohammad As’ad membuktikan bahwa anak kampung bisa keliling dunia dan anak kampung mampu melakukan banyak hal untuk terus berprestasi. Mohammad As’ad pun menceritakan kehidupannya sejak kecil hingga SMP di salah satu desa yang berada di sekitar lumpur Lapindo Sidoarjo. Dia juga membeber kisah masa SMA-nya di salah satu SMA yang berada di kota Surabaya hingga bisa menjadi Co-founder DrilChem Australia. Untuk diketahui, DrilChem adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran.

Sementara itu, dalam webinar ini, As’ad juga berbagi tips sukses dengan menerapkan konsepnya yang sering disebut dalam berbagai acara, yaitu auto-piloted. Konsep auto-piloted ala As’ad ini ada 3 macam. Yaitu, membahagiakan orang tua; selalu berterima kasih untuk orang-orang yang membantu kita (misalnya guru, teman, dan orang-orang yang berada di sekeliling kita, red); dan berterima kasih kasih kepada orang-orang yang memberi rezeki seperti pemberi beasiswa.

“Kedua konsep terima kasih tersebut jika tidak dapat tersampaikan secara langsung, Anda bisa menyampaikan melalui doa,” ujarnya.

Karena itu, di tengah-tengah webinar kali ini, As’ad mengajak semua peserta untuk break mendoakan orang-orang yang sedang sakit agar segera diberi kesembuhan, terutama untuk kasus Covid-19 yang terus meningkat.

“Anak-anak muda harus lebih semangat mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif, salah satunya dengan mengikuti webinar Ruang Bincang Inspirasi ini. Semoga Pondok Inspirasi konsisten untuk mengadakan kegiatan-kegiatan positif seperti ini lagi,” ujar As’ad.

Webinar kali ini membuat peserta RBI #18 begitu antusias mendengarkan kisah Mohammad As’ad dari awal hingga bisa sesukses sekarang. Bahkan, As’ad mengatakan, banyak hal yang dia pelajari selama menjalani hidup. Salah satunya terkait ilmu profesionalitas dari seorang tukang becak yang selalu mengantarkannya pulang pergi semasa di SD. Tukang becak itu selalu konsisten mengantarkannya sekolah dan begitu bertanggung jawab.

“Kita bisa belajar ilmu dari mana saja, termasuk dari seorang tukang becak,” ujarnya.

Kisah-kisahnya yang inspiratif membuat para peserta antusias bertanya berbagai hal. Mulai dari cara As’ad survive di luar negeri, belajar berbagai bahasa, bagaimana membuat proyek besar, dan berbagai kisah inspiratif lainnya yang jika diceritakan bisa menjadi novel yang mengharu biru. Semoga kita semua bisa sesukses Mohammad As’ad ya.

Untuk diketahui, Pondok Inspirasi menjadi wadah belajar keterampilan menulis ilmiah dan kepemimpinan untuk pemuda. Berdiri sejak 2013 silam, Pondok Inspirasi telah meluluskan member yang berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti peraih medali di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, tiga medali emas di ajang internasional Malaysia Technology Expo 2021, dan MISIIT Archimedes Russian 2021. Selain itu, juga terpilih sebagai komunitas yang mendapat dukungan coaching inovasi dari PT Paragon Technology and Innovation.

 

  • Bagikan